Gelombang Perairan Malang Selatan Mencapai 2,1 Meter
BMKG Maritim mengeluarkan prakiraan cuaca Perairan Malang untuk periode 4 November 2026 pukul 07.00 WIB hingga 7 November 2026 pukul 07.00 WIB.
Pada Rabu, 4 November pukul 07.00 WIB, kondisi perairan diprakirakan berawan tebal dengan suhu 26 derajat Celsius dan kelembapan 87 persen. Angin bertiup dari timur dengan kecepatan 8 knot dan hembusan mencapai 16 knot.
Tinggi gelombang diprakirakan mencapai 2,1 meter atau kategori sedang. Sementara itu, arus bergerak ke arah barat dengan kecepatan sekitar 1,46 knot.
Kondisi tersebut perlu diperhatikan nelayan, operator perahu, dan masyarakat yang beraktivitas di kawasan pesisir. Mereka diimbau memperhatikan perkembangan cuaca laut dan mengikuti arahan otoritas setempat.
BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jawa Timur
BMKG Stasiun Meteorologi Juanda mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem pada 2–9 November 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Jawa Timur.
Wilayah yang masuk dalam kewaspadaan antara lain Malang Raya, Kediri, Pasuruan, Blitar, Mojokerto, Probolinggo, Jember, Lumajang, Banyuwangi, Tulungagung, Trenggalek, Ponorogo, Pacitan, Nganjuk, dan Magetan.
Potensi cuaca ekstrem dipengaruhi aktivitas gelombang atmosfer Madden-Julian Oscillation (MJO), pola konvergensi atau pertemuan angin, suhu muka laut yang hangat, serta kondisi atmosfer lokal yang labil. Faktor-faktor tersebut mendukung pertumbuhan awan hujan.
Masyarakat diminta mewaspadai potensi banjir, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, hujan es, pohon tumbang, serta jalan licin. Warga yang tinggal di sekitar lereng gunung, bantaran sungai, dan kawasan rawan bencana diimbau meningkatkan kesiapsiagaan.
Pembaruan informasi cuaca dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG. Wisatawan dan pendaki juga perlu mengikuti pengumuman pengelola kawasan gunung sebelum melakukan perjalanan.