Hari Psoriasis Sedunia 2026, Penelitian UB-UMM Ungkap Dampak pada Pasien di Malang

Kamis 29-10-2026,07:38 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

Psoriasis juga bersifat kronis dan dapat mengalami kekambuhan. Pengelolaan jangka panjang karena itu perlu mempertimbangkan kondisi fisik, kebutuhan pengobatan, dan kualitas hidup pasien.

Meski demikian, angka 44,4 persen tersebut hanya menggambarkan responden penelitian di RSU UMM. Angka itu tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan bahwa persentase yang sama berlaku bagi seluruh penderita psoriasis di Malang Raya.

Penelitian UB: Edukasi Terstruktur Dibutuhkan Pasien

Penelitian yang melibatkan akademisi Departemen Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan UB dan diterbitkan dalam Journal of Nursing Science Update pada 2022 menelaah hubungan persepsi pasien dengan kebutuhan edukasi terstruktur selama pandemi Covid-19.

Studi tersebut melibatkan 20 pasien psoriasis di RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang. Para pasien diwawancarai melalui telepon untuk mengetahui persepsi mereka terhadap penyakit dan kebutuhan informasi kesehatan.

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara persepsi pasien mengenai psoriasis dan kebutuhan edukasi terstruktur. Peneliti menekankan pentingnya edukasi agar pasien memiliki pemahaman yang lebih baik tentang diagnosis serta pengelolaan penyakit.

Temuan itu juga menunjukkan tantangan yang muncul ketika akses kontrol rutin terganggu. Pasien dengan penyakit kronis membutuhkan informasi yang dapat membantu mereka memahami kondisi, mengenali kekambuhan, dan menjalani perawatan secara tepat.

Penelitian tersebut dilakukan pada masa pandemi sehingga hasilnya perlu dipahami sesuai konteks waktu. Namun, pentingnya komunikasi dan edukasi pasien tetap menjadi perhatian dalam pengelolaan psoriasis.

Studi Kasus 2026: Keluhan Gatal Berkurang Setelah Perawatan

Penelitian lain yang terbit pada 31 Mei 2026 dalam Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna melibatkan peneliti dari Fakultas Ilmu Kesehatan UMM. Artikel tersebut membahas kombinasi gel lidah buaya (Aloe vera) dan edukasi perawatan kulit mandiri pada seorang perempuan berusia 43 tahun dengan psoriasis disertai gatal.

Dalam studi kasus selama tiga minggu, skor gatal pasien turun dari 7 menjadi 2 pada skala penilaian yang digunakan. Peneliti juga mencatat penurunan skor dampak gejala, perbaikan kondisi lesi kulit, peningkatan kualitas tidur, dan berkurangnya frekuensi menggaruk.

Hasil tersebut memberikan gambaran tentang kemungkinan manfaat perawatan pendamping dan edukasi perawatan kulit pada pasien yang diteliti. Namun, studi ini hanya melibatkan satu pasien sehingga belum cukup untuk membuktikan efektivitas gel lidah buaya sebagai pengobatan psoriasis secara umum.

Penderita tetap perlu berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan terapi sesuai kondisi masing-masing. Penggunaan bahan alami tidak otomatis aman atau cocok bagi semua orang, terlebih jika kulit sedang meradang atau mengalami iritasi.

Apa Itu Psoriasis dan Bagaimana Gejalanya?

Psoriasis merupakan penyakit peradangan kronis yang berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini dapat menyebabkan penumpukan sel kulit secara berlebihan sehingga muncul bercak kemerahan atau perubahan warna kulit dengan sisik tebal.

Gejalanya dapat berupa kulit bersisik, gatal, perih, atau nyeri. Keluhan bisa muncul di kulit kepala, siku, lutut, telapak tangan, telapak kaki, hingga kuku. Tingkat keparahannya berbeda pada setiap orang.

Pada sebagian pasien, psoriasis juga berkaitan dengan artritis psoriatik, yaitu peradangan yang menyerang sendi. Gejalanya dapat berupa nyeri, pembengkakan, dan kekakuan sendi.

Kelainan kulit bersisik tidak selalu berarti psoriasis. Sejumlah penyakit kulit lain dapat menimbulkan gejala serupa sehingga pemeriksaan tenaga medis diperlukan untuk memastikan diagnosis.

Akses Pemeriksaan di Malang Raya

Bagi warga Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu yang mengalami keluhan kulit menetap, pemeriksaan dapat dimulai di fasilitas kesehatan tingkat pertama atau puskesmas. Jika dibutuhkan, pasien dapat dirujuk untuk mendapatkan pemeriksaan dokter spesialis kulit dan kelamin.

Kategori :