Orang yang memiliki faktor risiko sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk menilai kebutuhan pemeriksaan kepadatan tulang. Diagnosis dan penanganan dini dapat membantu mengurangi risiko patah tulang berikutnya.
Cara Mencegah Osteoporosis sejak Dini
1. Memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D
Kalsium dibutuhkan untuk membentuk dan mempertahankan tulang, sedangkan vitamin D membantu penyerapan kalsium. Sumber kalsium antara lain susu dan produk olahannya, ikan yang dapat dimakan bersama tulangnya, serta sayuran tertentu.
Kebutuhan setiap orang berbeda menurut usia dan kondisi kesehatan. Penggunaan suplemen sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan saran tenaga kesehatan.
2. Rutin beraktivitas fisik
Aktivitas menumpu berat badan, seperti berjalan kaki, serta latihan penguatan otot dapat membantu menjaga kekuatan tulang dan keseimbangan. Jenis dan intensitas olahraga harus disesuaikan dengan kondisi fisik, terutama bagi orang yang telah didiagnosis osteoporosis.
3. Menghindari kebiasaan yang merugikan tulang
Merokok dapat berdampak buruk terhadap kesehatan tulang. Pola makan yang tidak seimbang, konsumsi alkohol, dan asupan kafein berlebihan juga perlu diperhatikan, terutama jika asupan kalsium tidak memadai.
BACA JUGA:Kemenkes Ungkap Budaya Diet dan Ngopi Gen Z Percepat Risiko Osteoporosis
4. Mencegah jatuh pada kelompok lanjut usia
Menjaga keseimbangan, memperkuat otot, menggunakan alas kaki yang sesuai, serta memastikan rumah memiliki pencahayaan memadai dapat membantu menekan risiko jatuh. Langkah ini penting bagi orang yang telah mengalami penurunan kepadatan tulang.
5. Melakukan pemeriksaan bila diperlukan
Pemeriksaan kepadatan mineral tulang atau Bone Mineral Density (BMD) dapat membantu menilai kondisi tulang. Dokter dapat menentukan kebutuhan pemeriksaan berdasarkan usia, riwayat patah tulang, faktor risiko, dan kondisi kesehatan masing-masing.
Hari Osteoporosis Sedunia Jadi Pengingat
Peringatan Hari Osteoporosis Sedunia setiap 20 Oktober mengingatkan masyarakat bahwa kesehatan tulang perlu dijaga sepanjang hidup. Pencegahan tidak hanya penting bagi lansia, tetapi juga dimulai sejak masa pertumbuhan melalui asupan gizi seimbang dan aktivitas fisik.
Di Malang Raya, penelitian di lingkungan kampus dan rumah sakit telah memberikan gambaran tentang kepadatan tulang serta faktor yang berkaitan dengan osteoporosis. Namun, untuk mengetahui besarnya masalah pada tingkat daerah, diperlukan data surveilans dan skrining yang lebih lengkap serta dapat dibandingkan.
BACA JUGA:Data Mengejutkan Kemenkes: Patah Tulang Dipicu Osteoporosis Melonjak Drastis pada Wanita Lanjut Usia