Kelangkaan BBM Meluas di Kota Batu, Pengemudi Ojol Mengeluh Rugi

Jumat 09-10-2026,07:43 WIB
Reporter : Panca Rachmad Pamungkas
Editor : Mohammad Khakim

BATU, DISWAYMALANG.ID — Sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Batu mengalami kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite dan Pertamax, pada Jumat (9/10/2026). Kondisi ini mengganggu aktivitas masyarakat dan sangat mengendalikan operasional pengemudi transportasi daring (ojol).

​Di SPBU Diponegoro Kota Batu, persediaan BBM jenis Pertalite dan Pertamax dilaporkan telah habis sejak sehari sebelumnya. Pertalite habis sejak Kamis pukul 17.00 WIB, disusul Pertamax pada pukul 23.00 WIB.  

​"Hari ini hanya melayani Pertamax Turbo, Pertamax Green, dan Pertamina Dex," ujar Resa Putra, operator SPBU Diponegoro, Jumat (9/10/2026). Ia menambahkan bahwa pengiriman pasokan bahan bakar dari Malang diperkirakan baru tiba sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB.

​Kondisi serupa terjadi di SPBU Lahor. Stok BBM subsidinya kosong total sejak Kamis malam dan hanya menyisakan BBM jenis non-subsidi.  

BACA JUGA:BBM Langka di Kota Batu, SPBU Songgoriti Kosong 3 Shift, Pertamax di Lahor dan Diponegoro Habis

​"Tinggal Pertamax Turbo dan Pertamina Dex yang masih ada. BBM jenis lainnya sudah habis sejak shift malam tadi," kata seorang petugas perempuan di SPBU Lahor.

​Sementara itu, di SPBU Pandan, stok bahan bakar yang tersedia hanyalah Pertamax. Sebuah truk tangki terlihat sudah berada di lokasi, namun belum melakukan pembongkaran muatan.

BACA JUGA:Jalur Tunai dan Nontunai Dipisah di SPBU Sulfat, Konsumen Keluhkan Antrean Panjang

​Dampak bagi Pengemudi Ojol

​Kelangkaan yang telah terasa selama sepekan terakhir ini sangat memukul para pengemudi ojek online di kawasan Kota Batu dan Malang. Pengemudi terpaksa membeli bahan bakar jenis non-subsidi berkadar oktan tinggi dengan harga yang jauh lebih mahal agar tetap bisa beroperasi.  

​Handoko, seorang pengemudi Gojek di Kota Batu, mengeluhkan lonjakan biaya operasional yang harus ditanggungnya.  

​Penurunan Pendapatan: Dengan kondisi orderan yang sedang sepi, penggunaan BBM mahal seperti Pertamax Turbo membuat margin keuntungan tergerus habis.  

BACA JUGA:Tinjau SPBU di Malang, Khofifah Pastikan Pasokan Biosolar di Jatim Aman, Pertamina Tambah Suplai

​Kesulitan Mencari Stok: Pengemudi harus berputar-putar mendatangi beberapa SPBU yang stoknya kerap kosong.  

​"Kondisi ini sangat merugikan. Kalau terpaksa beli yang mahal, pendapatan kami tergerus habis. Kami berharap pasokan Pertalite kembali normal dan tidak langka lagi," tutur Handoko.

Harga BBM Subsidi

  • ​Pertalite (RON 90): Rp10.000 / liter
  • ​BioSolar (CN 48): Rp6.800 / liter
  • ​Harga BBM Non-Subsidi
  • ​Pertamax (RON 92): Rp15.950 / liter
  • ​Pertamax Green 95 (RON 95): Rp19.150 / liter​Pertamax Turbo (RON 98): Rp19.600 / liter
  • ​Dexlite (CN 51): Rp23.700 / liter
  • ​Pertamina Dex (CN 53): Rp25.200 / liter
Kategori :