Jadi, angka tersebut bukan berarti BYD M6 DM-i akan selalu menghasilkan 65 km untuk setiap liter bensin dalam kondisi apa pun.
Tak Perlu Khawatir Saat Perjalanan Jauh
Keunggulan lainnya muncul ketika mobil digunakan untuk perjalanan panjang. Berbeda dengan mobil listrik murni, BYD M6 DM-i tetap mempunyai mesin bensin sebagai sumber energi tambahan.
Ketika daya baterai mulai berkurang, mesin dapat bekerja membantu memasok energi untuk sistem kendaraan. Pengemudi pun tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan stasiun pengisian kendaraan listrik.
Fleksibilitas inilah yang menjadi salah satu nilai jual utama teknologi PHEV. Pengguna bisa memilih mengisi daya ketika tersedia atau mengandalkan bensin ketika harus melanjutkan perjalanan jauh.
Bukan Sekadar Mengejar Angka Irit
Dari hasil pengujian, BYD M6 DM-i memang mampu memberikan konsumsi BBM yang menarik. Namun, daya tarik utamanya justru terletak pada kombinasi beberapa karakter sekaligus.
Mobil ini menawarkan penggerak listrik, mesin bensin, kemampuan mengisi baterai dari sumber eksternal, serta ruang kabin tiga baris yang dapat digunakan untuk kebutuhan keluarga.
Dengan pendekatan tersebut, BYD M6 DM-i tidak sekadar menawarkan mobil yang irit BBM. Kendaraan ini mencoba memberikan pilihan penggunaan yang lebih fleksibel, baik untuk perjalanan harian maupun perjalanan jarak jauh.(*)