BYD Flash Charging Bisa Isi Baterai 10–70 Persen dalam 5 Menit, Siap Masuk Indonesia
Menjawab kebutuhan pengisian daya mobil listrik terjawab sudah dengan teknologi terbaru dari BYD, di mana ngecas hanya 5 menit dari 10 – 70 persen dengan Flash Charging BYD.-reza---
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID – Waktu pengisian baterai menjadi salah satu tantangan dalam penggunaan mobil listrik. BYD kini menawarkan teknologi Flash Charging yang diklaim mampu mengisi daya baterai dari 10 persen menjadi 70 persen hanya dalam lima menit.
Teknologi tersebut dipadukan dengan Blade Battery generasi kedua. BYD memperkenalkan keduanya di Shenzhen, China, pada 5 Maret 2026. Perusahaan otomotif asal China itu juga mengembangkan infrastruktur pengisian berdaya tinggi untuk mendukung teknologi tersebut.
Di Indonesia, BYD berencana memulai pembangunan fasilitas Flash Charging di 10 diler. Menurut keterangan Head of Aftersales PT BYD Indonesia Ubaedilah dalam bahan pemberitaan, lokasi awal yang disiapkan mencakup Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Papua, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
Richard Li selaku Flash Charging Director of BYD menyebut teknologi ini sebagai salah satu tonggak perkembangan kendaraan listrik. Kombinasi pengisi daya berdaya tinggi dan baterai generasi baru diharapkan memangkas waktu pengisian. Selama ini pengisian relatif lebih lama dibandingkan pengisian bahan bakar kendaraan konvensional.
Daya Pengisian Mencapai 1.500 kW
BYD mengembangkan Flash Charger dengan daya keluaran hingga 1.500 kilowatt (kW) melalui satu konektor. Dalam spesifikasi yang diumumkan secara global, pengisian baterai dari 10 persen hingga 70 persen membutuhkan waktu sekitar lima menit. Sementara itu, pengisian dari 10 persen hingga 97 persen diklaim dapat diselesaikan dalam sembilan menit pada kondisi yang sesuai.
Dalam penjelasan kepada media di Indonesia, Ubaedilah menyebut pengisian dari 10 persen hingga 95 persen dapat berlangsung sekitar sembilan menit. Perbedaan angka persentase tersebut perlu diperhatikan karena hasil pengisian bergantung pada spesifikasi kendaraan, kondisi baterai, suhu, serta kemampuan stasiun pengisian.
Setiap unit stasiun pengisian yang dijelaskan BYD dilengkapi dua konektor. Desain kabel dan konektornya dibuat agar lebih mudah digunakan oleh pemilik kendaraan.
Sistem pengisian itu juga didukung energy storage system atau sistem penyimpanan energi. Sistem tersebut memiliki dua bagian utama, yakni Power Reservoir untuk menampung energi dan Power Amplifier untuk menyalurkan daya tinggi ketika kendaraan sedang mengisi baterai.
Dengan dukungan penyimpanan energi, stasiun dapat menyediakan daya pengisian tinggi tanpa sepenuhnya bergantung pada pasokan listrik jaringan secara langsung pada saat bersamaan. Konsep tersebut menjadi bagian dari pendekatan BYD untuk memperluas penggunaan teknologi pengisian cepat.
Blade Battery Gen 2 Diklaim Lebih Tahan
Pengembangan Blade Battery generasi kedua tidak hanya berfokus pada kecepatan pengisian. BYD juga menyatakan baterai ini mengalami peningkatan kepadatan energi dan dirancang untuk mendukung jarak tempuh lebih jauh.
Dalam pengumuman globalnya, BYD menyebut kepadatan energi baterai generasi kedua meningkat sekitar 5 persen dibandingkan generasi sebelumnya. Perusahaan juga mengklaim kendaraan yang menggunakan baterai tersebut berpotensi menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer berdasarkan standar pengujian CLTC di China. Angka itu bukan jaminan jarak tempuh dalam kondisi berkendara sehari-hari di Indonesia.
BYD turut menyampaikan bahwa baterai generasi kedua telah menjalani berbagai pengujian, termasuk pengisian cepat berulang, pengujian suhu, benturan, dan tusukan benda tajam. Dalam paparan di Indonesia, perusahaan juga menyebut pengujian pengisian Flash Charging hingga 500 kali dan simulasi perjalanan hingga 300.000 kilometer.
Sumber:


