BYD M6 DM-i Punya Dua Sumber Tenaga, Begini Cara Kerja Sistem PHEV-nya
BYD M6 DM-i menawarkan teknologi PHEV dengan motor listrik sebagai penggerak utama dan mesin bensin sebagai pendukung saat baterai mulai berkurang.-Yt GridOto-Yt GridOto
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - BYD M6 DM-i menawarkan pendekatan berbeda melalui teknologi plug-in hybrid electric vehicle (PHEV). Mobil ini memadukan motor listrik dengan mesin bensin, sehingga pengemudi memiliki lebih banyak pilihan saat digunakan untuk perjalanan harian maupun jarak jauh.
Motor listrik menjadi bagian penting dalam sistem penggerak. Sementara itu, mesin bensin berperan mendukung kebutuhan energi ketika daya baterai mulai berkurang atau kondisi berkendara membutuhkan tenaga lebih besar.
Konsep tersebut membuat BYD M6 DM-i tidak sepenuhnya bergantung pada bensin, tetapi juga tidak memiliki keterbatasan seperti mobil listrik murni yang hanya mengandalkan baterai.
Motor Listrik Memegang Peran Utama
Pada BYD M6 DM-i, motor listrik menghasilkan tenaga sekitar 169 hp dengan torsi lebih dari 200 Nm. Sementara mesin bensin 1,5 liter menghasilkan sekitar 99 hp dan torsi 120 Nm.
Besarnya tenaga motor listrik membuat karakter penggerak BYD M6 DM-i lebih mengutamakan sumber energi listrik. Respons motor listrik juga membuat penyaluran tenaga terasa lebih halus.
Sistem tersebut menggunakan penggerak roda depan dengan reduction gear satu tingkat. Tidak ada perpindahan gigi konvensional seperti pada mobil bermesin bensin dengan transmisi otomatis bertingkat.
Ketika kondisi baterai dan kebutuhan tenaga memungkinkan, motor listrik dapat menjadi sumber penggerak utama. Mesin bensin kemudian bekerja sesuai strategi sistem.
Baterai Bisa Diisi dari Luar
Berbeda dengan hybrid konvensional, BYD M6 DM-i merupakan PHEV. Artinya, baterainya dapat diisi menggunakan sumber listrik eksternal.
Fitur ini memberikan keuntungan bagi pengguna yang mempunyai akses pengisian daya di rumah. Mobil dapat diisi sebelum digunakan sehingga energi listrik bisa dimanfaatkan untuk perjalanan berikutnya.
Dalam penggunaan harian dengan jarak yang relatif pendek, pola tersebut berpotensi mengurangi penggunaan bensin secara signifikan.
Ketika baterai mulai berkurang, mesin bensin tetap tersedia. Inilah yang membuat PHEV menawarkan fleksibilitas lebih besar dibandingkan mobil listrik murni.
Mesin Bensin Bukan Sekadar Cadangan
Meski motor listrik menjadi andalan, mesin bensin pada BYD M6 DM-i tetap mempunyai fungsi penting.
Ketika kapasitas baterai mulai rendah, mesin dapat bekerja untuk membantu menyediakan energi bagi sistem. Perannya juga dapat meningkat ketika kendaraan membutuhkan tenaga lebih besar.
Dengan strategi tersebut, pengemudi tidak perlu menghentikan perjalanan hanya karena baterai mulai menipis. Selama bahan bakar masih tersedia, mobil tetap dapat digunakan.
Sumber: yt gridoto

