Hari Batik Nasional 2026: Batik Malang Raya Makin Beragam, Ada Puluhan Perajin dan Motif Khas

Jumat 02-10-2026,07:36 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

Perkembangan batik Malang Raya menunjukkan perubahan dari sekadar kain tradisional menjadi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif.

Di Kota Malang, batik telah masuk ke berbagai produk fesyen dan aksesori. Salah satu contohnya adalah Batik Kiasta di Sawojajar yang mengembangkan batik tulis Malangan menjadi outer, obi, tas dan aksesori. Perajin juga menggunakan desain custom untuk menjangkau konsumen yang lebih beragam.

Pemerintah Kota Malang bersama Kementerian UMKM juga pernah menggelar Malang Batik Festival dalam rangka Festival Batik Tiga Kota 2025. Ajang tersebut diarahkan untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan nilai ekonomi batik lokal hingga tingkat nasional.

Batik Indonesia Makin Terhubung dengan Pasar Global

Secara nasional, batik bukan hanya warisan budaya tetapi juga produk industri.

Kementerian Perindustrian mencatat nilai ekspor produk batik Indonesia pada 2025 mencapai USD20,14 juta (sekitar Rp360 miliar), meningkat 32,50 persen dibandingkan 2024 yang sebesar USD15,20 juta (sekitar Rp273 miliar). Pada triwulan II 2026, nilai ekspor tercatat USD4,39 juta (sekitar Rp78,87 miliar), meski turun 13,76 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Data tersebut menunjukkan perkembangan industri batik tetap menghadapi tantangan. Karena itu, penguatan desain, kualitas, efisiensi produksi, digitalisasi, regenerasi pembatik dan perluasan pasar menjadi bagian penting agar batik mampu bertahan sekaligus berkembang.

Batik Berlayar dan Masa Depan Batik

Tema “Batik Berlayar” pada Hari Batik Nasional 2026 membawa pesan bahwa batik tidak seharusnya berhenti di lemari atau ruang pamer. Batik perlu terus bergerak melalui fesyen, seni, teknologi, pariwisata, pendidikan dan ekonomi kreatif.

Bagi Malang Raya, perjalanan itu sudah terlihat dari pengembangan motif berbasis sejarah Singhasari, penelitian desain dari situs candi, pertumbuhan perajin di Kota Malang, batik berbasis identitas desa di Kabupaten Malang hingga wastra khas Kota Batu.

Hari Batik Nasional 2 Oktober 2026 akhirnya bukan sekadar momentum mengenakan batik. Peringatan ini menjadi kesempatan untuk mengenali sejarah, menghargai pembatik, mengembangkan motif daerah, membuka pasar baru dan memastikan generasi muda ikut menjadi bagian dari perjalanan panjang batik Indonesia.

Kategori :