Hari Batik Nasional 2026: Batik Malang Raya Makin Beragam, Ada Puluhan Perajin dan Motif Khas
Hari Batik Nasional 2 Oktober 2026. Di Malang Raya ada puluhan perajin batik dengan berbagai motif. Di antaranya Batik Garudeya di Kabupaten Malang, Batik Singhasari di Kota Malang, dan Batik Apel di Kota Batau. -Ilustrasi: gemini --
MALANG, DISWAYMALANG.ID - Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober. Pada 2026, peringatan tersebut mengusung tajuk “Batik Berlayar” dengan puncak acara di Surabaya, Jawa Timur. Rangkaian kegiatan berlangsung 30 September hingga 4 Oktober 2026 dan membawa batik lebih dekat ke ruang publik, generasi muda, industri kreatif dan pasar.
Momentum tersebut juga relevan bagi Malang Raya. Batik di Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu tidak berhenti pada pola tradisional. Tetapi terus berkembang melalui eksplorasi sejarah lokal, alam, ikon daerah, riset desain, pelatihan perajin, fesyen dan pengembangan produk kreatif.
Di Kota Malang, misalnya, pemerintah daerah pada 2025 menyebut terdapat 64 perajin batik yang tersebar di lima kecamatan. Masing-masing kawasan memiliki karakter motif dan warna yang berkembang sesuai identitas lokal. Pemerintah juga mendorong pelatihan, legalitas, pemasaran dan ruang riset untuk memperkuat ekosistem Batik Malangan.
Sejarah Hari Batik Nasional
Tanggal 2 Oktober berkaitan erat dengan pengakuan UNESCO terhadap batik Indonesia. Pada 2009, Indonesian Batik masuk dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity atau Daftar Representatif Warisan Budaya Takbenda Kemanusiaan UNESCO. Keputusan tersebut ditetapkan dalam sidang Komite Antarpemerintah UNESCO di Abu Dhabi.
UNESCO tidak hanya melihat batik sebagai kain bermotif. Pengakuan tersebut mencakup teknik, simbolisme dan budaya yang mengelilingi batik Indonesia. Tradisi membatik juga memiliki hubungan dengan kehidupan masyarakat, identitas budaya, sejarah, alam dan berbagai upacara.
Pemerintah Indonesia kemudian menetapkan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009. Keppres tersebut juga menegaskan bahwa Hari Batik Nasional bukan merupakan hari libur.
Ada Berapa Jenis Batik di Indonesia?
Pertanyaan tentang jumlah jenis batik tidak memiliki satu jawaban angka yang baku. Kekayaan batik Indonesia sangat luas karena setiap daerah dapat mempunyai motif, simbol, warna dan filosofi yang berbeda.
Selain berdasarkan daerah, batik juga dapat dibedakan berdasarkan teknik pembuatannya. Yang paling dikenal adalah batik tulis dan batik cap, selain perpaduan kedua teknik tersebut.
Batik tulis dibuat dengan menggunakan canting untuk menggoreskan malam pada kain. Sementara batik cap menggunakan alat cap untuk menghasilkan pola yang lebih seragam dan memungkinkan proses produksi lebih cepat.
Perkembangan teknologi kemudian melahirkan berbagai produk tekstil bermotif batik. Namun, secara budaya dan teknik, batik tradisional memiliki proses khusus yang menjadi bagian penting dari warisan budaya yang diakui UNESCO.
Karena itu, lebih tepat menyebut Indonesia memiliki ribuan ragam motif dan variasi batik yang terus berkembang, bukan menetapkan satu angka sebagai jumlah seluruh jenis batik.
Batik Malangan dan Identitas Singhasari
Sumber: diolah dari berbagai sumber


