MALANG, DISWAYMALANG.ID - Lebih dari 350 mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) mendapat kesempatan mendengar langsung pengalaman Fransiskus Johny Soegiarto, Direktur Garudafood yang juga alumnus Fakultas Teknik UB.
Fransiskus Johny hadir dalam kuliah umum bertema "Creativity and Leadership" di Auditorium Gedung Widyaloka UB, Kamis 1 Oktober 2026. Kegiatan tersebut digelar melalui program Sahabat Inspirasiku yang diinisiasi Garudafood Sehati bersama Trans7 Mengajar.
Kembali ke kampus yang pernah menjadi tempatnya menempuh pendidikan, Fransiskus Johny tidak hanya menceritakan perjalanan kariernya. Ia mengajak mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja dengan kemampuan beradaptasi, memecahkan persoalan, memanfaatkan data dan teknologi, serta membangun kolaborasi.
Dari Bangku Teknik UB ke Industri FMCG
Fransiskus Johny merupakan lulusan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya tahun 1994. Berdasarkan profil resmi Garudafood, ia bergabung dengan perusahaan tersebut pada 2001 sebagai General Manager Manufacturing Divisi Biskuit sebelum menduduki sejumlah posisi hingga menjadi Direktur. Ia menjabat sebagai Direktur Garudafood sejak 2018 dan kini menangani operasional Garudafood di Indonesia.
Pengalaman panjang di industri makanan dan minuman itulah yang dibagikannya kepada mahasiswa UB. Menurut Fransiskus Johny, perjalanan perusahaan tidak dapat dipisahkan dari kemampuan membaca perubahan dan beradaptasi terhadap kebutuhan zaman.
"Dari usaha keluarga di Pati, Garudafood tumbuh menjadi salah satu pemimpin fast-moving consumer goods (FMCG) di Indonesia karena kami terus beradaptasi," ujarnya.
Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak berhenti pada kemampuan akademik. Pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah perlu diterjemahkan menjadi kemampuan menyelesaikan persoalan nyata.
"Mulailah dari masalah di sekitar, lalu belajar menyelesaikannya dengan data dan kolaborasi," katanya.
Teknologi Bukan Sekadar Pengetahuan
Dalam pemaparannya, Fransiskus Johny juga menyoroti perubahan teknologi yang semakin cepat di dunia industri.
Garudafood, kata dia, terus mengembangkan sistem terintegrasi, pemanfaatan data dan analitik, otomasi hingga kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi tersebut digunakan untuk mendukung proses bisnis dan pengambilan keputusan.
Menurutnya, generasi muda yang tumbuh di era digital memiliki modal penting karena relatif akrab dengan teknologi. Namun, kemampuan tersebut perlu diarahkan untuk menghasilkan solusi.
"Generasi muda sekarang lahir di era digital, dan itu menjadi keunggulan besar. Tantangannya adalah menjadikan kemampuan itu sebagai solusi nyata, bukan sekadar pengetahuan," ujarnya.
Pengalaman Garudafood dalam transformasi digital antara lain mencakup sistem enterprise resource planning (ERP), smart manufacturing, platform penjualan digital serta pemanfaatan AI dalam aspek operasional dan keamanan.