FEB Unud Belajar Zona Integritas ke FTAB UB, Bukan Sekadar Kejar Predikat WBK-WBBM

Rabu 30-09-2026,08:29 WIB
Reporter : Fairuz Ainur Syafa Mustofa
Editor : Mohammad Khakim

LOWOKWARU, DISWAYMALANG.ID - Penguatan Zona Integritas (ZI) di perguruan tinggi tidak cukup berhenti pada kelengkapan dokumen dan pemenuhan indikator administratif. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (FEB Unud) memilih belajar langsung dari praktik yang diterapkan Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB), Selasa, 29 September 2026.

Studi banding tersebut berlangsung di Ruang Sidang Lantai 8 FTAB UB. Tim ZI FEB Unud mempelajari berbagai praktik yang diterapkan FTAB UB dalam membangun tata kelola, meningkatkan kualitas layanan serta mengembangkan program yang memberikan dampak bagi sivitas akademika dan masyarakat.

Rombongan FEB Unud terdiri atas I Gede Nandya Oktora P dan I Putu Wira Adnyana. Mereka disambut Dekan FTAB UB Prof Yusuf Hendrawan, Ketua Zona Integritas FTAB UB Dr Dodyk Pranowo serta jajaran tim ZI.

BACA JUGA: Mahasiswa S2-S3 FEB UB Belajar Strategi Publikasi Jurnal Internasional dari Prof Christopher Gan

FTAB UB Bagikan Praktik Baik Zona Integritas

Prof Yusuf Hendrawan mengatakan FTAB UB yang telah meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) memiliki tanggung jawab untuk berbagi pengalaman dan praktik baik dengan institusi lain.

Menurutnya, pembangunan Zona Integritas seharusnya tidak berhenti pada pemenuhan indikator administratif. Implementasi ZI harus menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan sivitas akademika sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pandangan tersebut menempatkan pembangunan ZI tidak sekadar sebagai proses menuju predikat WBK dan WBBM, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola, pengawasan, akuntabilitas dan kualitas pelayanan.

Ketua ZI FTAB UB Dr Dodyk Pranowo kemudian memaparkan berbagai transformasi dan inovasi yang dikembangkan FTAB UB melalui konsep Melayani Negeri dalam kerangka Kampus Berdampak.

Ia menjelaskan, pengembangan inovasi di FTAB UB diarahkan pada dua sisi, yakni dampak internal bagi sivitas akademika dan dampak eksternal bagi masyarakat.

BACA JUGA: Apatte62 UB Bidik Prestasi di KMHE 2026, Bawa Marsela EV dan Nogososro Diesel

One Stop Service hingga Sertifikasi AI

Pada sisi internal, FTAB UB mengembangkan sejumlah layanan dan fasilitas untuk mendukung aktivitas akademik sekaligus memperkuat tata kelola fakultas.

Salah satunya Unit Layanan Terpadu (ULT) yang dirancang sebagai one stop service. Model layanan tersebut diarahkan untuk membuat kebutuhan sivitas akademika dapat ditangani secara lebih terintegrasi.

FTAB UB juga mengembangkan Center of Excellence (CoE), Agricultural Innovation and Startup Center (ASIC) atau International Centre for Interdisciplinary Bioscience Studies (ICIBS), E-Library terintegrasi serta Corporate Laboratory.

Kategori :