Sumber energi utama sistem tersebut berasal dari panel surya yang terpasang di bangunan. Total kapasitas panel yang digunakan mencapai sekitar 8.000 watt peak (Wp).
Kapasitas itu terbagi dalam dua titik instalasi, yakni sekitar 3.600 Wp dan 4.400 Wp.
Panel surya mengubah energi matahari menjadi listrik. Energi tersebut kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik sekaligus mengisi baterai sesuai kapasitas produksi dan kebutuhan beban.
Konsepnya menyerupai powerbank berkapasitas sangat besar. Ketika produksi listrik dari panel surya mencukupi, energi digunakan untuk kebutuhan rumah. Kelebihan produksi dapat diarahkan untuk mengisi baterai.
Energi yang tersimpan kemudian dapat digunakan ketika produksi panel surya menurun, terutama pada malam hari.
Tiga Tahun Hampir Tak Mengandalkan PLN
Zainudin mengatakan sistem tersebut telah digunakan selama sekitar tiga tahun. Dalam periode itu, ia mengaku hampir tidak menggunakan pasokan PLN untuk kebutuhan listrik sehari-hari.
Meski demikian, jaringan PLN tetap dipertahankan. Fungsinya sebagai sumber cadangan apabila sistem mandiri membutuhkan backup.
Dengan konfigurasi tersebut, sistem tidak hanya berfungsi sebagai solusi ketika listrik padam, tetapi juga menjadi sarana untuk mengatur penggunaan energi dari panel surya dan baterai.
BACA JUGA: Honda HR-V RS Hybrid 2026 Punya Fitur Praktis yang Sering Luput, dari Kursi hingga Bagasi
Bagaimana Baterai Bisa Diisi Sambil Listrik Rumah Tetap Menyala?
Zainudin juga menjelaskan mekanisme pengisian baterai ketika peralatan listrik di rumah tetap digunakan.
Menurut dia, sistem bekerja berdasarkan prioritas pasokan. Energi yang dihasilkan panel surya terlebih dahulu digunakan untuk memenuhi kebutuhan beban listrik yang sedang berjalan.
Jika produksi listrik lebih besar daripada kebutuhan, kelebihan energi dapat dialirkan untuk mengisi baterai.
“Jika daya produksi kita 1.500 watt dan kebutuhan rumah 1.000 watt, maka sisa 500 watt itulah yang mengalir masuk ke baterai,” jelasnya.
Dengan mekanisme tersebut, menurut penjelasannya, bukan berarti baterai dipaksa mengeluarkan dan menerima energi pada saat yang sama. Sistem mengatur aliran daya berdasarkan kebutuhan beban dan ketersediaan produksi.
Baterai Besar Juga Bisa Disewakan