de Hemel Hadir dengan Wajah Baru, Pertahankan Heritage 1930-an The Shalimar

Kamis 17-09-2026,14:04 WIB
Reporter : Agung Santoso
Editor : Mohammad Khakim

 

KLOJEN, DISWAYMALANG.ID--de Hemel Restaurant di The Shalimar Boutique Hotel Malang memasuki babak baru melalui proses re-branding. Mengusung konsep “A New Taste of Home”, restoran ini tampil dengan suasana yang lebih terang, cerah dan ramah, tanpa meninggalkan karakter heritage yang menjadi bagian dari sejarah bangunan.

Corporate Branding Manager The Shalimar Boutique Hotel Malang Kartika Chandra Hapsari mengatakan, perubahan tersebut tidak sekadar menyangkut tampilan restoran. Re-branding juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman baru bagi pengunjung.

“Konsepnya A New Taste of Home. Kami ingin membuat suasananya lebih terang, cerah dan lebih friendly,” ujar Kartika saat diwawancarai Disway Malang, Kamis (17/9/2026).


de Hemel memiliki arti “Taman Surgawi” dalam bahasa Belanda. Identitas tersebut kini dipadukan dengan konsep baru yang ingin menjadikan restoran sebagai ruang makan yang lebih hangat dan dekat dengan masyarakat.-agsant-diswaymalang.id

Menurutnya, wajah baru de Hemel tetap berpijak pada karakter historis The Shalimar. Sejumlah unsur bangunan dan interior lama masih dipertahankan, termasuk nuansa arsitektur FreeMason era 1930-an, lantai teraso hingga area panggung untuk pemusik dan penyanyi di dekat piano besar.

“Heritage-nya tetap kami pertahankan. Jadi bukan hanya melihat masa lalu, tetapi bagaimana dari ruangan ini kita memulai cerita yang baru,” jelasnya.

Konsep baru tersebut kemudian diterjemahkan melalui suasana restoran yang lebih terbuka dan bersahabat. de Hemel ingin menghadirkan ruang makan yang tidak hanya ditujukan bagi tamu hotel, tetapi juga masyarakat Malang.

Nama de Hemel sendiri berarti “Taman Surgawi” dalam bahasa Belanda. Identitas tersebut kini dipadukan dengan pendekatan baru yang lebih dekat dengan pengalaman bersantap masyarakat.

Salah satu perubahan utama juga terlihat dari konsep menu. de Hemel mengeksplorasi kembali berbagai makanan yang memiliki hubungan dengan tradisi kuliner Indonesia dan Indische.

Menu yang ditawarkan tidak hanya berupa hidangan utama, tetapi juga kudapan, rujak dan salad, sup, sajian sayur, makanan manis hingga berbagai minuman racikan Nusantara. Untuk kudapan, misalnya, tersedia Indische Platter yang berisi Frikandel, Kaassoufflé dan Bitterballen.

Ketiganya merepresentasikan perpaduan kuliner Belanda dan Hindia yang dikenal dalam tradisi makan tempo doeloe.

Sementara untuk hidangan Nusantara, pengunjung dapat menemukan sejumlah menu seperti Rawon Daging Tjak Karji, Soto Ayam Kampung, Rujak Cingur, Selat Solo hingga De Hemel Rendang Sapi. Menu-menu tersebut membawa ragam cita rasa dari berbagai daerah Indonesia ke dalam satu konsep restoran.

Untuk operasional reguler, de Hemel Restaurant melayani lunch dan dinner pukul 12.00–22.00 WIB. Sedangkan sarapan dibuka mulai 06.30–11.00 WIB. Layanan sarapan tersebut juga terbuka bagi masyarakat umum, tidak hanya bagi tamu yang menginap di The Shalimar.

Kartika mengatakan, saat ini pihak hotel masih berfokus pada tahap new opening atau soft opening. Program brunch maupun promo khusus belum menjadi fokus utama.

Kategori :