Dengan tambahan tersebut, BPKH ingin membangun aplikasi yang tidak hanya berkaitan dengan persiapan keberangkatan haji. Ekosistemnya diperluas hingga kebutuhan finansial dan aktivitas sosial keislaman.
Pengguna BPKH Apps Tumbuh Pesat
Anggota Badan Pelaksana BPKH Harry Alexander mengatakan aplikasi tersebut diarahkan menjadi pendamping digital masyarakat dalam mempersiapkan perjalanan haji.
Selain digunakan masyarakat Indonesia, BPKH Apps juga telah diakses pengguna dari sejumlah negara, termasuk Malaysia, Amerika Serikat, Hong Kong dan Taiwan.
Meski pertumbuhan pengguna sudah cukup tinggi, BPKH masih memiliki pekerjaan besar. Sekitar 5,7 juta pendaftar haji menjadi kelompok yang masih perlu dijangkau agar semakin terbiasa dengan layanan digital.
BPKH juga melihat kebutuhan tersebut berkaitan dengan perkembangan sistem transaksi haji di Arab Saudi. Karena itu, digitalisasi pembayaran menjadi salah satu kemampuan yang mulai dipersiapkan sejak jauh hari.
BPKH Apps Jalani Uji Coba
Sebelum diperkenalkan secara lebih luas, fitur baru BPKH Apps telah melalui tahap uji coba terbatas.
Pengujian melibatkan mitra BPS-BPIH, mitra strategis BPKH Apps serta calon jemaah haji. Pengguna diberi kesempatan mencoba layanan sekaligus memberikan masukan.
Masukan tersebut menjadi bahan penyempurnaan aplikasi sebelum layanan diperluas.
Dengan lima fitur baru tersebut, BPKH Apps diarahkan menjadi satu ekosistem digital yang menggabungkan informasi haji, pemantauan keuangan, transaksi, layanan berbasis AI dan aktivitas sosial keislaman.