4 Gunung Api Indonesia Erupsi 9 September 2026, Ada Semeru dan Anak Krakatau

Rabu 09-09-2026,08:46 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

Kali ini kolom abu mencapai sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut. Abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke arah barat laut.

Erupsi kedua terekam dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung selama 44 detik.

Ili Lewotolok berada pada Level II atau Waspada.

Gunung Ibu Juga Erupsi

Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, tercatat mengalami dua kali erupsi pada Rabu.

Erupsi pertama terjadi pukul 05.27 WIT. Kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau sekitar 1.725 meter di atas permukaan laut.

Abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang bergerak ke arah timur laut. Aktivitas tersebut terekam seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 35 detik.

Gunung Ibu kembali erupsi pada pukul 09.19 WIT. Kali ini kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak atau sekitar 1.925 meter di atas permukaan laut.

Warna abu berkisar putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal. Arah sebaran menuju timur laut dan timur.

Saat laporan dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung. Gunung Ibu berada pada Level II atau Waspada.

Empat Gunung Erupsi, Tidak Berarti Satu Sistem Magma

Aktivitas empat gunung api pada waktu berdekatan tidak otomatis menunjukkan bahwa seluruhnya saling terhubung secara geologi.

Para ahli sebelumnya menjelaskan bahwa setiap gunung memiliki sistem magma dan siklus aktivitas masing-masing. Kesamaan waktu erupsi lebih tepat dipahami sebagai pertemuan sejumlah aktivitas vulkanik yang kebetulan berlangsung dalam periode berdekatan.

Fenomena serupa juga terjadi pada awal September ketika sejumlah gunung api Indonesia mengalami peningkatan aktivitas dalam waktu relatif berdekatan.

Pada 9 September 2026, Semeru dan Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga. Sementara Ili Lewotolok dan Gunung Ibu berada pada Level II atau Waspada.

Masyarakat di sekitar gunung api diimbau mengikuti rekomendasi keselamatan dan perkembangan resmi aktivitas vulkanik, terutama terkait radius bahaya, potensi abu vulkanik, awan panas, guguran lava dan lahar.

Kategori :