Titik Api Baru Muncul di Lereng Semeru, Padahal Karhutla Baru Dinyatakan Padam

Senin 07-09-2026,19:38 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

LUMAJANG, DISWAYMALANG.ID-- Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Semeru kembali menjadi perhatian. Titik api baru terdeteksi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Senin malam (7/9/2026).

Kemunculan titik api baru di lereng Semeru tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah penanganan karhutla sebelumnya dinyatakan selesai. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho membenarkan adanya indikasi api yang terpantau melalui CCTV petugas.

“Ada titik api baru di kawasan TNBTS,” kata Isnugroho, Senin (7/9/2026).

Titik Api Terpantau Melalui CCTV

Isnugroho mengatakan petugas masih melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi di lokasi. Hingga laporan awal tersebut disampaikan, belum ada rincian mengenai luas area yang terdampak maupun penyebab munculnya titik api.

BPBD Lumajang bersama instansi terkait juga terus memantau perkembangan titik tersebut. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan api berkembang atau menyebar ke kawasan lain.

BACA JUGA:Polri Ungkap 138 Tersangka Karhutla, 119 Kasus Diduga Sengaja Dibakar

Kondisi medan di kawasan lereng Semeru menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran. Sebelumnya, sejumlah titik api di kawasan TNBTS harus ditangani melalui kombinasi pemadaman darat dan operasi water bombing menggunakan helikopter.

Karhutla Sebelumnya Sempat Dinyatakan Padam

Kemunculan titik api baru ini menjadi perhatian karena operasi penanganan karhutla Semeru sebelumnya telah dinyatakan selesai pada 5 September 2026.

Kepala Pelaksana BPBD Lumajang Isnugroho mengatakan keputusan tersebut diambil setelah tim gabungan melakukan penyisiran dan tidak lagi menemukan titik api. Pemantauan kemudian dilanjutkan melalui patroli petugas TNBTS untuk mengantisipasi munculnya kembali api.

Data TNBTS mencatat luas kawasan terdampak karhutla hingga 1 September 2026 mencapai sekitar 3.072 hektare. Area terdampak tersebar di sejumlah lokasi, termasuk kawasan Ranu Kumbolo dan sekitarnya yang menjadi salah satu area dengan luasan terdampak terbesar. Angka terbaru setelah 1 September masih dalam proses penghitungan.

Karena itu, munculnya titik api baru setelah operasi pemadaman selesai menjadi alasan penting bagi petugas untuk mempertahankan patroli dan pemantauan kawasan.

BACA JUGA:Karhutla Meluas di Jawa Timur, 5 Kawasan Pegunungan Terbakar: Semeru Terparah

Gunung Semeru Juga Masih Aktif Erupsi

Selain ancaman karhutla, kawasan Gunung Semeru masih menghadapi aktivitas vulkanik. Gunung Semeru berada pada Status Level III atau Siaga dan aktivitas erupsi masih tercatat pada awal September.

Dalam periode 1-6 September 2026, tercatat 583 kali gempa letusan atau erupsi. Pada Minggu (6/9/2026) pukul 07.51 WIB, erupsi juga terekam dengan durasi 102 detik dan amplitudo maksimum 23 milimeter. Kolom abu teramati mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Kondisi tersebut membuat pemantauan kawasan Semeru perlu dilakukan secara berlapis. Petugas tidak hanya mengantisipasi munculnya kembali titik api, tetapi juga memantau aktivitas vulkanik dan potensi bahaya turunannya.

Warga Diminta Waspada

BPBD Lumajang mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di sekitar kawasan TNBTS. Kondisi musim kemarau dan angin yang dapat berubah cepat membuat api berpotensi kembali menyala atau meluas di area yang sebelumnya terbakar.

Kategori :