2 tahun Disway Malang

Gunung Semeru Paling Sering Erupsi di Indonesia, 2.812 Kali dalam Setahun, Mengapa?

Gunung Semeru Paling Sering Erupsi di Indonesia, 2.812 Kali dalam Setahun, Mengapa?

Gunung Semeru Kembali Erupsi Senin, 1 Desember 2025, --magma.esdm.go.id--

MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitasnya pada Minggu (6/9/2026). Gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang itu mengalami erupsi pukul 07.51 WIB dengan kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Erupsi tersebut berlangsung selama 102 detik dan terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 23 milimeter. Aktivitas Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.

Bagi warga Malang Raya, aktivitas Semeru bukan sesuatu yang asing. Puncaknya memang berada di wilayah Lumajang, tetapi tubuh gunung api ini juga masuk wilayah Kabupaten Malang. Pos Pengamatan Gunung Api Semeru bahkan berada di Desa Argosuko, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.

Yang membuat Semeru menarik perhatian bukan hanya statusnya sebagai gunung tertinggi di Pulau Jawa. Semeru juga dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Indonesia.

BACA JUGA:4 Gunung Api Erupsi Hari Ini 6 September 2026, Semeru di Perbatasan Malang Ikut Meletus

2.812 Kali Erupsi dalam 2025

Angka aktivitas Semeru menunjukkan betapa seringnya gunung tersebut mengalami erupsi. Hingga 24 November 2025, Gunung Semeru tercatat mengalami 2.812 kali erupsi sepanjang tahun tersebut. Jumlah itu menempatkannya di posisi teratas dibandingkan gunung api lain di Indonesia pada periode yang sama.

Sebagai pembanding, Gunung Ibu di Maluku Utara tercatat mengalami 2.544 kali erupsi. Artinya, pada data tersebut Semeru unggul 268 kejadian erupsi.

Angka 2.812 kali juga perlu dipahami dengan benar. Erupsi yang tercatat tidak semuanya berupa letusan besar seperti yang terlihat dalam sejumlah peristiwa bencana. Aktivitas Semeru didominasi erupsi berulang dengan ukuran dan intensitas yang berbeda.

Badan Geologi sebelumnya mencatat karakter erupsi Semeru dapat berupa tipe vulkanian dan strombolian. Dalam periode tertentu, aktivitas letusan bahkan dapat berlangsung beberapa kali dalam satu jam.

Pada September 2023, misalnya, rata-rata kejadian erupsi Semeru mencapai 52 kali per hari dalam periode 11–23 September.

BACA JUGA:Gunung Api Paling Dahsyat di Indonesia Ternyata Bukan Krakatau, Ini Jawabannya

Mengapa Semeru Sering Erupsi?

Pertanyaan berikutnya adalah mengapa Gunung Semeru bisa begitu sering meletus?

Salah satu jawabannya berkaitan dengan suplai magma yang berlangsung terus-menerus.

Penelitian mengenai aktivitas vulkanik Semeru pada periode 2014–2023 menunjukkan adanya aktivitas erupsi yang berlangsung secara kontinu. Kajian berbasis data penginderaan jauh dan geodesi menemukan bahwa reservoir dangkal Semeru terus mendapat suplai magma baru.

Dalam penelitian untuk periode 2014–2020, volume material yang keluar dari aktivitas erupsi Semeru diperkirakan mencapai sekitar 46 juta meter kubik.

Sumber: diolah dari berbagai sumber

Berita Terkait