2 tahun Disway Malang

Gunung Semeru Level III Siaga, 583 Kali Erupsi Terekam dalam 6 Hari

Gunung Semeru Level III Siaga, 583 Kali Erupsi Terekam dalam 6 Hari

Gunung Semeru Kembali Erupsi Senin, 1 Desember 2025, --magma.esdm.go.id--

LUMAJANG, DISWAYMALANG.ID-- Aktivitas Gunung Semeru Level III Siaga masih menunjukkan intensitas tinggi pada awal September 2026. Dalam periode 1-6 September, tercatat 583 kali gempa letusan atau erupsi.

Aktivitas tertinggi terjadi pada Minggu (6/9/2026), ketika Gunung Semeru mencatat 108 kali gempa letusan atau erupsi. Sehari sebelumnya, aktivitas serupa tercatat 94 kali. Kondisi ini membuat masyarakat di sekitar kawasan gunung diminta tetap waspada.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho meminta warga tidak panik, tetapi tetap mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan. Informasi mengenai perkembangan Gunung Semeru Level III Siaga juga diminta hanya mengacu pada informasi resmi.

Status Level III (Siaga) berarti hasil pemantauan menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang semakin nyata atau gunung api sedang mengalami erupsi. Pada 7 September 2026, Semeru termasuk satu dari lima gunung api di Indonesia yang berstatus Level III.

BACA JUGA:Gunung Semeru Paling Sering Erupsi di Indonesia, 2.812 Kali dalam Setahun, Mengapa?

Aktivitas Gunung Semeru

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Semeru pada periode pengamatan 6 September 2026 pukul 12.00-18.00 WIB, tercatat 25 kali gempa letusan, tujuh kali gempa guguran, dan 12 kali gempa hembusan.

Pada periode tersebut, kondisi puncak gunung tertutup kabut sehingga asap letusan maupun hembusan tidak teramati. Cuaca di sekitar gunung dilaporkan mendung dan hujan.

Aktivitas erupsi juga masih terjadi pada 6 September. Salah satu erupsi tercatat pukul 07.51 WIB dengan kolom letusan mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak.

Di tengah aktivitas vulkanik tersebut, kondisi karhutla di kawasan Gunung Semeru juga menjadi perhatian. BPBD Lumajang menyatakan kegiatan pemadaman selesai pada 5 September setelah tidak lagi ditemukan titik api. Pemantauan selanjutnya dilakukan melalui patroli kawasan.

BACA JUGA:4 Gunung Api Erupsi Hari Ini 6 September 2026, Semeru di Perbatasan Malang Ikut Meletus

Zona Bahaya Gunung Semeru

BPBD Lumajang mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

Di luar jarak tersebut, masyarakat juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai sepanjang Besuk Kobokan karena kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena kawasan tersebut masih rawan terhadap lontaran batu pijar.

Kewaspadaan perlu ditingkatkan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru, terutama Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Sat. Potensi lahar juga perlu diwaspadai pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai Besuk Kobokan.

BACA JUGA:Gunung Api Paling Dahsyat di Indonesia Ternyata Bukan Krakatau, Ini Jawabannya

Warga Diminta Tetap Tenang

Sumber: disway dan sumber lainnya

Berita Terkait