MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Suhu dingin sekitar 8°C masih menjadi kondisi yang perlu diantisipasi wisatawan yang menuju kawasan Gunung Bromo pada Selasa, 1 September 2026. Pada saat bersamaan, kondisi perairan Malang Selatan hingga Samudra Hindia selatan Jawa Timur justru perlu mendapat perhatian karena gelombang laut diprakirakan mencapai 3,3 meter.
Prakiraan cuaca untuk kawasan pegunungan dan laut menunjukkan kondisi yang berbeda. Kawasan Bromo dan Semeru tetap berpotensi mengalami suhu rendah pada pagi hingga malam hari, sedangkan perairan selatan Jawa Timur dipengaruhi angin timur hingga tenggara dengan hembusan yang cukup kuat.
Kondisi tersebut membuat wisatawan, pendaki, nelayan, serta pengguna jasa transportasi laut perlu memperhatikan perkembangan cuaca sebelum beraktivitas. Selain suhu dingin dan gelombang tinggi, perubahan tutupan awan serta hembusan angin dapat memengaruhi kenyamanan dan keselamatan perjalanan.
Gunung Bromo: Suhu Bisa Sekitar 8°C
Kawasan Gunung Bromo menjadi salah satu titik yang paling terasa dingin pada dini hari hingga pagi. Suhu di kawasan wisata Bromo diperkirakan berada di kisaran 8°C–16°C, dengan kondisi udara dingin terutama menjelang matahari terbit.
Pada pagi hari, cuaca cenderung cerah hingga cerah berawan. Kondisi tersebut memungkinkan jarak pandang cukup baik apabila tidak tertutup kabut atau awan rendah.
Memasuki siang, suhu perlahan meningkat. Namun, kawasan lereng dan dataran tinggi tetap dapat mengalami perubahan cuaca lebih cepat dibandingkan wilayah perkotaan.
Wisatawan yang menuju Penanjakan, Lautan Pasir, maupun kawasan sekitar kawah disarankan membawa pakaian hangat karena suhu dini hari dapat terasa jauh lebih rendah dibandingkan suhu di wilayah Malang.
Gunung Semeru: Dingin, tetapi Jalur Pendakian Ditutup
Kawasan Gunung Semeru juga diperkirakan mengalami suhu rendah. Di kawasan Ranupani yang menjadi salah satu titik akses menuju Semeru, suhu berada sekitar 16°C pada pembaruan prakiraan BMKG.
Cuaca di kawasan tinggi tersebut cenderung cerah hingga cerah berawan pada pagi hari. Namun, awan dapat berkembang ketika memasuki siang dan sore.
Yang lebih penting, kondisi cuaca kali ini perlu dikaitkan dengan aspek keselamatan. Aktivitas pendakian Gunung Semeru ditutup sementara mulai 1 September 2026 karena kawasan tersebut masuk kategori risiko tinggi kebakaran hutan dan lahan saat puncak musim kemarau.
Karena itu, wisatawan tidak boleh menjadikan informasi cuaca sebagai dasar untuk menerobos penutupan jalur pendakian. Ketentuan pengelola kawasan tetap menjadi acuan utama.
Arjuno-Welirang: Suhu Dataran Tinggi 15–18°C
Kawasan Gunung Arjuno-Welirang juga diperkirakan tetap dingin, terutama malam hingga pagi. Suhu di kawasan dataran tinggi diperkirakan berada sekitar 15°C–18°C, dengan kelembapan tinggi.
Pada pagi hari, kabut tipis berpotensi muncul di sejumlah titik. Kondisi tersebut dapat menyebabkan jarak pandang menurun, terutama pada jalur yang berada di ketinggian dan kawasan berhutan.
Memasuki siang hingga sore, tutupan awan dapat meningkat. Potensi hujan lokal juga perlu diperhatikan karena cuaca pegunungan dapat berubah dalam waktu relatif singkat.
Gunung Kawi: Dingin pada Pagi dan Malam
Kawasan Gunung Kawi juga berpotensi mengalami suhu lebih rendah dibandingkan wilayah permukiman di sekitarnya. Suhu diperkirakan berada di kisaran 15°C–19°C, terutama pada pagi dan malam.
Pagi hari cenderung cerah hingga cerah berawan. Namun, perkembangan awan di sekitar lereng tetap perlu diwaspadai ketika memasuki siang.