Budget Campaign Rp10 Juta, Ini 7 Cara UMKM Dongkrak Penjualan di E-Commerce
Cara UMKM dongkrak penjualan di e-Commerce tak selalu membutuhkan anggaran campaign yang besar. --istimewa--
MALANG, DISWAYMALANG.ID-- Cara UMKM dongkrak penjualan di e-commerce tidak selalu membutuhkan anggaran campaign dalam jumlah besar. Dengan modal Rp10 juta, pelaku usaha tetap dapat memperluas jangkauan produk sekaligus mengejar konversi penjualan jika anggaran dibagi secara terukur.
Budget campaign Rp10 juta bahkan bisa dimanfaatkan untuk menggabungkan promosi digital, produksi konten, optimalisasi toko online, hingga pendekatan langsung melalui komunitas. Kuncinya bukan sekadar berapa besar uang yang dikeluarkan, tetapi bagaimana setiap rupiah diarahkan kepada aktivitas yang berpotensi menghasilkan penjualan.
Strategi tersebut semakin penting karena persaingan di e-commerce Indonesia terus berkembang. Laporan e-Conomy SEA 2025 menyebut ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mendekati GMV US$100 miliar pada 2025, sementara sektor e-commerce menjadi kontributor terbesar dengan nilai sekitar US$71 miliar.
Chief Commercial Officer SCGI Agency Edgar Alexander membagikan sejumlah strategi yang dapat diterapkan pelaku UMKM untuk mengoptimalkan campaign dengan anggaran Rp10 juta.
1. Produksi Konten yang Bisa Dipakai Berulang
Langkah pertama adalah menyiapkan materi promosi. Edgar menyarankan maksimal Rp2 juta dialokasikan untuk produksi konten.
Konten tidak harus dibuat secara mahal atau menggunakan peralatan profesional. Pelaku UMKM dapat memanfaatkan ponsel dan laptop yang sudah dimiliki untuk menghasilkan foto produk, video pendek, demonstrasi penggunaan produk, testimoni pelanggan hingga materi edukasi.
“Tidak harus sinematik. Gunakan alat yang ada seperti ponsel dan laptop yang support video/image editing,” kata Edgar.
Anggaran juga dapat digunakan untuk membayar talent lokal atau rekan di sekitar pelaku usaha. Dengan demikian, satu kali produksi bisa menghasilkan banyak materi untuk berbagai kebutuhan.
Satu sesi produksi sebaiknya tidak hanya menghasilkan satu video. Buat beberapa format sekaligus, seperti video pendek untuk media sosial, foto katalog, materi promosi marketplace, video testimoni dan konten edukasi.
Dengan cara ini, biaya produksi dapat ditekan karena satu materi dapat digunakan untuk beberapa kanal.
2. Sisihkan Rp4 Juta untuk Iklan Digital
Sekitar 40 persen dari budget atau Rp4 juta dapat dialokasikan untuk iklan digital.
Namun, pelaku UMKM sebaiknya tidak langsung menghabiskan seluruh anggaran untuk iklan. Mulailah dengan nominal kecil untuk mengetahui konten dan produk mana yang mendapatkan respons paling baik.
Edgar menyarankan pendekatan iklan mikro dengan target konsumen di wilayah tertentu, misalnya kelurahan atau kecamatan.
Strategi tersebut memungkinkan UMKM menguji respons pasar sebelum memperluas target. Konten yang mendapatkan respons organik bagus kemudian dapat didorong menggunakan iklan berbayar.
Misalnya, pelaku usaha membuat video TikTok atau Instagram/Facebook Reels secara gratis. Jika salah satu video mendapatkan respons lebih tinggi dibandingkan konten lain, video tersebut dapat diprioritaskan untuk di-boost.
Sumber: disway.id dan berbagai sumber lainnya

