RMP4 tidak datang untuk menolak program pemerintah. Kelompok tersebut justru menyatakan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Namun, dukungan itu disertai permintaan evaluasi. Mereka menilai tata kelola MBG perlu terus diperbaiki agar manfaat program dapat dirasakan masyarakat secara lebih optimal.
Koordinator RMP4 Ali mengatakan program tersebut membantu anak-anak memperoleh makanan bergizi sekaligus meringankan pengeluaran keluarga.
"Jadi, bukan dihentikan programnya, tetapi diperbaiki tata kelolanya sehingga program ini bisa betul-betul berjalan semakin baik," katanya.
Demo 27 Agustus Bukan Satu Gerakan
Perbedaan tuntutan tersebut membuat aksi 27 Agustus di DPR memiliki karakter yang cukup beragam.
AMPB berfokus pada RUU Perampasan Aset dan pemberantasan korupsi. GERAM membawa kritik lebih luas terhadap berbagai persoalan nasional sekaligus menuntut dialog langsung dengan pimpinan DPR. Sementara RMP4 datang dengan dukungan terhadap program pemerintah, terutama MBG, tetapi meminta evaluasi tata kelola.
Gedung DPR dipilih sebagai lokasi penyampaian aspirasi karena parlemen memiliki fungsi legislasi, pengawasan dan anggaran.
Selain isu RUU Perampasan Aset, perkembangan aksi juga mendapat perhatian dari aparat dan pemerintah daerah karena berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat di kawasan Senayan. Polisi telah menyiapkan pengamanan dan rekayasa lalu lintas secara situasional sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Dengan beragamnya kelompok dan tuntutan, aksi Kamis 27 Agustus 2026 diperkirakan menjadi salah satu agenda demonstrasi yang mendapat perhatian besar di Jakarta. Perbedaan aspirasi sekaligus menunjukkan bahwa massa yang turun ke DPR tidak berada dalam satu barisan kepentingan.