Perapian bahan anting putri tidak dilakukan dengan terburu-buru. Pemangkasan perlu dilakukan secara perlahan agar bagian tanaman yang masih dibutuhkan tidak ikut rusak.
Terutama ketika bekerja di sekitar mata tunas, pemotongan harus dilakukan dengan hati-hati. Bagian tersebut menjadi calon pertumbuhan baru sehingga perlu dipertahankan sesuai rancangan.
Setelah pemangkasan selesai, bagian batang masih dapat dirapikan kembali menggunakan cutter untuk mendapatkan bentuk potongan yang lebih rapi. Tahap ini dilakukan secara hati-hati agar tidak menghilangkan bagian jaringan yang diperlukan.
Proses pembentukan bonsai juga tidak berhenti setelah pemangkasan. Tanaman tetap membutuhkan perawatan agar dapat melanjutkan pertumbuhan dan membentuk cabang baru sesuai arah yang diharapkan.
Tahap akhir menggunakan pupuk dan pasir Malang
Setelah bahan selesai dirapikan, tahap berikutnya adalah perawatan media. Dalam proses tersebut, tanaman direncanakan mendapatkan tambahan pupuk dan topping pasir Malang.
Penggunaan media tambahan perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan kondisi bahan. Perawatan setelah pemangkasan menjadi bagian penting untuk mendukung proses pertumbuhan selanjutnya.
Bagi penghobi bonsai, proses ini menunjukkan bahwa membentuk tanaman tidak hanya mengandalkan pemangkasan. Pemilihan bahan, pengamatan mata tunas, teknik potong, hingga perawatan setelahnya perlu dilakukan secara berkesinambungan.
Anting putri batang putih yang awalnya terlihat sederhana dapat memiliki potensi berbeda setelah bagian yang tidak diperlukan dirapikan. Namun, hasil akhirnya tetap membutuhkan waktu dan perawatan karena bentuk bonsai berkembang secara bertahap mengikuti pertumbuhan tanaman.(*)