81 tahun RI Disway

Anting Putri Batang Putih Jadi Bahan Bonsai, Ini Cara Menentukan Tunas yang Layak Dipertahankan

Anting Putri Batang Putih Jadi Bahan Bonsai, Ini Cara Menentukan Tunas yang Layak Dipertahankan

Anting putri batang putih punya potensi menjadi bahan bonsai. Simak cara memilih mata tunas, memangkas batang, dan merawatnya setelah dibentuk.-Yt BONSAI NDESO-Yt BONSAI NDESO

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Anting putri batang putih menjadi salah satu bahan tanaman yang menarik untuk dikembangkan menjadi bonsai. Namun, proses pembentukan tidak cukup hanya mengandalkan ukuran atau bentuk batang. Susunan mata tunas justru menjadi salah satu pertimbangan penting sebelum bahan dipangkas.

Dalam proses yang dilakukan, dari sekitar 50 pohon anting putri, hanya sekitar 10 pohon yang dianggap memiliki susunan mata tunas sesuai dengan konsep yang ingin dibuat. Pemilihan tersebut dilakukan dengan melihat posisi tunas dari beberapa sisi agar arah pertumbuhan cabang nantinya lebih mudah diatur.

Anting putri batang putih yang terpilih kemudian masuk ke tahap pemangkasan. Bagian yang tidak diperlukan mulai dikurangi secara bertahap, sementara mata tunas yang dianggap penting tetap dipertahankan agar dapat menjadi calon pertumbuhan baru.

Jangan asal memilih bahan bonsai

Memilih bahan bonsai merupakan tahap awal yang cukup menentukan. Tanaman yang terlihat bagus dari satu sisi belum tentu mempunyai struktur yang sesuai ketika dilihat dari sisi lainnya.

Pada bahan anting putri, posisi mata tunas perlu diperhatikan karena tunas tersebut dapat berkembang menjadi cabang. Susunan tunas dari arah depan, belakang, kiri, dan kanan menjadi pertimbangan untuk menentukan apakah sebuah bahan layak diproses lebih lanjut.

Dari sekitar 50 tanaman yang tersedia, hanya sebagian yang memiliki susunan mata tunas sesuai kebutuhan. Hal tersebut menunjukkan bahwa proses seleksi menjadi bagian penting sebelum tanaman dipangkas.

Penghobi juga perlu memperhatikan karakter masing-masing tanaman. Setiap pohon dapat mempunyai bentuk batang, percabangan, dan arah pertumbuhan yang berbeda. Karena itu, satu teknik belum tentu menghasilkan bentuk yang sama pada setiap bahan.

Pemangkasan mengikuti arah mata tunas

Setelah bahan terpilih, proses dilanjutkan dengan memangkas bagian yang tidak dibutuhkan. Pemotongan dilakukan secara bertahap untuk menjaga struktur tanaman yang sudah sesuai.

Bagian mata tunas menjadi perhatian utama selama proses tersebut. Tunas yang masih dibutuhkan tidak boleh ikut rusak karena akan menjadi bagian dari rencana percabangan berikutnya.

Untuk menghasilkan potongan yang lebih terarah, bagian batang dapat dibuat sedikit mengerucut. Bentuk potongan seperti ini dapat membantu penataan area luka pada batang sehingga terlihat lebih rapi.

Setelah pemotongan utama selesai, bagian tepi masih dapat dirapikan menggunakan alat yang lebih kecil. Tahap tersebut membutuhkan ketelitian karena pemotongan yang terlalu dalam berisiko mengenai bagian yang seharusnya dipertahankan.

Alat disesuaikan dengan ukuran batang

Pemangkasan bahan bonsai dapat menggunakan beberapa jenis alat. Untuk bagian yang relatif kecil, alat pemotong atau catok dapat digunakan untuk mempermudah proses.

Sementara itu, gergaji lebih sesuai digunakan ketika bagian tanaman yang harus dipotong memiliki ukuran lebih besar. Pemilihan alat perlu disesuaikan dengan kondisi bahan agar pemotongan dapat dilakukan dengan aman dan terkontrol.

Dalam proses ini, pemangkasan dilakukan perlahan karena posisi tanaman dan sudut pemotongan perlu diperhatikan. Ketelitian juga diperlukan agar tanaman tidak mengalami kerusakan yang tidak diperlukan.

Sumber: yt bonsai ndeso