JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Anting putri batang putih menjadi salah satu bahan tanaman yang menarik untuk dibentuk menjadi bonsai. Namun, proses pembentukannya tidak bisa dilakukan sembarangan. Pemilihan bahan sejak awal menjadi salah satu faktor penting agar konsep bonsai yang dibuat dapat berkembang sesuai rencana.
Dalam proses yang ditampilkan, dari sekitar 50 pohon anting putri, hanya sekitar 10 pohon yang dinilai memiliki susunan mata tunas yang sesuai. Pemilihan dilakukan dengan memperhatikan posisi tunas dari berbagai sisi, mulai dari depan, belakang, kiri hingga kanan.
Anting putri batang putih yang memiliki susunan mata tunas tepat kemudian dipisahkan untuk masuk ke tahap perapian. Proses tersebut menunjukkan bahwa tidak semua bahan tanaman memiliki karakter yang sama, sehingga pemilihan menjadi bagian penting sebelum dilakukan pemangkasan.
Mata tunas menjadi bagian penting
Dalam pembentukan bonsai, mata tunas menjadi salah satu bagian yang perlu diperhatikan sebelum pemangkasan dilakukan. Posisi mata tunas dapat menentukan arah pertumbuhan cabang berikutnya.
Pada bahan anting putri tersebut, susunan mata tunas dinilai sudah cukup sesuai dengan konsep yang akan dibuat. Karena jumlah tunasnya tidak terlalu banyak, proses perapian dapat dilakukan dengan lebih terarah.
Pemangkasan dilakukan dengan tetap memperhatikan keberadaan mata tunas. Bagian yang tidak diperlukan dibuang secara bertahap, sedangkan mata tunas yang dipertahankan dijaga agar tidak mengalami kerusakan.
Jika mata tunas ikut terpotong atau rusak, pertumbuhan tunas baru pada bagian tersebut dapat menjadi lebih sulit. Karena itu, ketelitian menjadi salah satu hal penting ketika melakukan pemangkasan bahan bonsai.
Batang dirapikan secara bertahap
Tahap berikutnya adalah merapikan bagian batang. Pemotongan dilakukan menggunakan alat pemotong dan kemudian dilanjutkan dengan proses perapian pada bagian tepi.
Potongan dibuat dengan bentuk yang mengarah mengerucut. Teknik tersebut bertujuan agar bagian luka pada batang dapat ditata lebih baik dan proses penutupan jaringan berlangsung secara lebih alami.
Dalam proses pemangkasan, penggunaan alat juga disesuaikan dengan ukuran batang. Untuk bagian yang tidak terlalu besar, alat pemotong dapat digunakan. Sementara gergaji biasanya lebih diperlukan ketika menghadapi bagian batang yang berukuran besar.
Setelah bagian utama dipotong, tunas-tunas yang tidak diperlukan kemudian dibersihkan. Bentuk batang yang sebelumnya terlihat kurang terarah mulai tampak lebih rapi setelah bagian yang tidak sesuai dengan konsep disingkirkan.
Tidak semua bahan memiliki karakter sama
Salah satu pelajaran dari proses tersebut adalah pentingnya memilih bahan tanaman sebelum memulai pembentukan bonsai. Dari jumlah bahan yang cukup banyak, hanya sebagian yang memiliki posisi mata tunas sesuai kebutuhan.
Setiap pohon juga mempunyai karakter yang berbeda. Ada yang memiliki susunan cabang bagus sejak awal, tetapi ada pula yang membutuhkan penataan lebih lanjut.
Karena itu, calon penghobi bonsai sebaiknya tidak hanya melihat ukuran batang atau bentuk tanaman secara sekilas. Posisi mata tunas, arah pertumbuhan, struktur batang, serta kemungkinan pengembangan cabang juga perlu diperhatikan.
Pemilihan bahan yang tepat dapat membuat proses pembentukan menjadi lebih terarah. Sebaliknya, bahan yang kurang sesuai dapat membutuhkan waktu lebih panjang untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan.