JAKARTA, DISWAYMALANG.ID--Tarif ojol terbaru 2026 mulai mendapatkan titik terang setelah Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkap besaran tarif untuk layanan pengantaran penumpang. Pemerintah saat ini masih menyiapkan formula tarif untuk layanan pengantaran barang.
Untuk layanan penumpang, tarif batas bawah disebut berada di kisaran Rp10.200, sedangkan tarif batas atas sekitar Rp11.200. Besaran tersebut menjadi salah satu acuan pemerintah dalam penataan transportasi online.
Meski demikian, tarif ojol terbaru 2026 tersebut belum mencakup seluruh layanan. Pemerintah masih melakukan pembahasan mengenai tarif pengantaran barang dan makanan yang selama ini menjadi bagian penting dari ekosistem ojek online.
Tarif Penumpang Sudah Memiliki Acuan
Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah telah memiliki acuan tarif untuk layanan pengantaran orang.
"Kalau untuk orang kan sudah ada. Minimal itu sekitar Rp10.200 kalau tidak salah, kalau di atas itu Rp11.200 juga kalau saya tidak salah, kurang lebih ya," kata Dudy, Rabu, 19 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut memberikan gambaran mengenai rentang tarif yang akan menjadi perhatian pengemudi maupun pengguna layanan ojol.
Namun, angka tersebut disampaikan Dudy dengan kata "sekitar", sehingga besaran dan penerapannya tetap perlu menunggu ketentuan resmi pemerintah.
Tarif Antar Barang Masih Digodok
Berbeda dengan layanan penumpang, tarif untuk pengantaran barang masih dalam tahap pembahasan.
Dudy menjelaskan perhitungan tarif pengantaran barang nantinya dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi.
Pemerintah akan menggunakan tarif pengantaran penumpang sebagai salah satu referensi. Alasannya, terdapat sejumlah komponen biaya yang relatif sama antara layanan pengantaran orang dan barang.
"Referensinya adalah pengantaran yang dihitung oleh Kementerian Perhubungan terkait dengan pengantaran orang. Karena komponen tarif itu kurang lebih sama," jelas Dudy.
Komponen yang diperhitungkan antara lain bahan bakar, perawatan kendaraan dan biaya operasional lainnya.
Tarif Dihitung Berdasarkan Jarak
Dalam menentukan tarif, biaya operasional tersebut akan dikonversi menjadi biaya perjalanan berdasarkan jarak.
Artinya, konsumsi bahan bakar, perawatan kendaraan dan kebutuhan operasional lainnya akan menjadi bagian dari formula penentuan harga per kilometer.
"Misalnya ada bensin, ada perawatan, dan sebagainya. Itu adalah komponen tarif yang kita kemudian hitung menjadi berapa harga per kilometernya," ujar Dudy.