JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Como 1907 kembali menjadi sorotan setelah Presiden Mirwan Suwarso berbicara terbuka mengenai tantangan Financial Fair Play (FFP) UEFA. Klub Italia yang dimiliki keluarga Hartono melalui grup Djarum itu tidak berniat menghindari regulasi, tetapi siap menerima konsekuensi apabila nantinya dinilai melanggar ketentuan.
Como 1907 memang tengah berada dalam fase pertumbuhan yang sangat cepat. Setelah promosi ke Serie A pada 2024, klub tersebut berhasil finis di posisi keempat Serie A 2025/2026 dan memastikan tiket ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah.
Situasi itu membuat Como harus beradaptasi dengan tuntutan finansial kompetisi Eropa. Mirwan Suwarso bahkan mengatakan kepada podcast Business of Sport bahwa jika UEFA memberikan hukuman berupa denda, klub siap menerimanya sebagai bagian dari proses perkembangan.
Mirwan Suwarso tidak ingin Como diperlakukan berbeda
Pernyataan Mirwan bukan berarti Como 1907 ingin mengabaikan Financial Fair Play UEFA. Sebaliknya, ia menegaskan klub siap mengikuti aturan yang berlaku.
Dalam wawancara tersebut, Mirwan menjelaskan bahwa Como memiliki kondisi yang berbeda dibanding klub-klub besar Eropa yang sudah lama berada di level teratas. Karena itu, menurutnya, UEFA perlu mempertimbangkan fase pertumbuhan Como ketika mengevaluasi kondisi finansial klub.
Sebelumnya, Mirwan juga menjelaskan bahwa Como memiliki kesenjangan sekitar 75 juta euro terhadap batas yang diperhitungkan UEFA. Namun, klub memperkirakan pertumbuhan pendapatan dalam beberapa tahun ke depan dapat membantu mereka memenuhi persyaratan finansial.
Pernyataan tersebut menunjukkan strategi Como bukan sekadar mengeluarkan uang sebanyak mungkin. Klub sedang membangun proyek jangka panjang dengan target meningkatkan pendapatan sekaligus nilai pemain.
Belanja pemain Como memang sangat besar
Aktivitas transfer menjadi salah satu bukti agresifnya proyek Como. Pada musim 2025/2026, berdasarkan data Transfermarkt, Como mengeluarkan sekitar 126,89 juta euro untuk mendatangkan pemain. Sementara pemasukan dari penjualan pemain hanya sekitar 16,38 juta euro.
Angka tersebut menghasilkan saldo transfer negatif sekitar 110,51 juta euro.
Namun, pola tersebut perlu dilihat dalam konteks investasi klub. Como tidak hanya mengandalkan penjualan pemain untuk membiayai aktivitas transfer. Mereka juga berupaya meningkatkan nilai skuad dan pendapatan klub secara keseluruhan.
Strategi tersebut terlihat dari sejumlah pemain muda yang direkrut dalam beberapa musim terakhir. Como membangun skuad dengan kombinasi pemain berpengalaman dan talenta yang masih memiliki potensi peningkatan nilai.
Trevoh Chalobah menambah kekuatan Como
Pada Agustus 2026, Como kembali melakukan transfer besar dengan mendatangkan Trevoh Chalobah dari Chelsea. Bek asal Inggris tersebut bergabung dengan kontrak lima tahun.
Nilai transfernya tidak diumumkan secara resmi oleh klub, tetapi laporan media Inggris menyebut kesepakatan tersebut bernilai sekitar 30 juta euro ditambah bonus. Chalobah sebelumnya mencatatkan 47 penampilan bersama Chelsea pada musim terakhir.
Transfer ini memperlihatkan bahwa Como semakin berani mendatangkan pemain dari klub besar. Terlebih, musim 2026/2027 akan menjadi periode bersejarah karena mereka tampil di Liga Champions.
Como juga membangun infrastruktur
Investasi Como tidak berhenti di skuad. Klub juga menyiapkan pengembangan Stadio Giuseppe Sinigaglia.