2 tahun Disway Malang

Como 1907 Pisah dari Adidas, Bukan Cari Merek Baru tapi Bangun Bisnis Apparel Sendiri

Como 1907 Pisah dari Adidas, Bukan Cari Merek Baru tapi Bangun Bisnis Apparel Sendiri

Como 1907 berencana mengakhiri kerja sama dengan Adidas dan memproduksi apparel sendiri, seiring bisnis retail klub yang terus berkembang.-Ig comofootball-Ig comofootball

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Como 1907 tidak sekadar bersiap mengganti apparel setelah kerja sama dengan Adidas berakhir. Klub asal Italia itu justru mengambil langkah berbeda dengan berencana memproduksi jersey dan lini fashion mereka sendiri mulai musim depan.

Keputusan tersebut cukup berani. Ketika banyak klub sepak bola berlomba mendapatkan kontrak dari merek besar seperti Adidas, Nike, Puma atau New Balance, Como 1907 justru memilih mengelola bisnis apparel secara mandiri.

Kerja sama Como 1907 dengan Adidas disebut berlangsung selama tiga tahun dan akan berakhir setelah musim ini. Setelah itu, klub tidak disebut akan menunjuk merek olahraga besar sebagai pengganti.

Rencana tersebut berkaitan erat dengan perkembangan bisnis retail Como.

Bisnis Merchandise Como Melejit

Jersey Como 1907 musim ini mendapat banyak perhatian berkat desain yang dinilai menarik. Baik jersey kandang maupun tandang produksi Adidas menjadi bagian yang cukup menonjol dari identitas klub.

Menariknya, ketika memperkenalkan jersey tersebut, Como juga melibatkan warga asli Como sebagai model. Langkah itu memperlihatkan upaya klub membawa identitas lokal ke dalam produk mereka.

Namun, di balik jersey yang mendapat perhatian tersebut, Como ternyata memiliki alasan bisnis yang lebih besar untuk mengambil alih produksi apparel.

Dalam penjelasan Mirwan Suwarso, pendapatan retail klub sekitar lima tahun lalu berada di kisaran USD62.000. Saat itu Como masih bermain di kasta bawah.

Kondisinya berubah drastis. Musim lalu, pendapatan retail Como disebut telah mencapai sekitar USD16 juta.

Jika dibandingkan dengan angka sekitar lima tahun sebelumnya, lonjakan tersebut sangat besar. Yang juga menarik, jersey pertandingan ternyata hanya menyumbang sekitar 30 hingga 40 persen dari total pendapatan retail.

Artinya, ada pasar apparel lain di luar jersey pertandingan yang turut menopang bisnis retail Como.

Potensi itulah yang membuat klub semakin percaya diri untuk mengelola apparel secara mandiri.

Como Ingin Jadi Produsen Apparel

Kerja sama Como dan Adidas selama tiga tahun juga disebut menggunakan skema value in kind. Dalam pola tersebut, Adidas menyediakan jersey, perlengkapan latihan dan kebutuhan apparel klub sesuai nilai kerja sama, bukan dalam bentuk pembayaran tunai seperti yang mungkin dibayangkan.

Bagi Como, model bisnis mandiri membuka peluang untuk mendapatkan kendali yang lebih besar atas produk apparel mereka.

Sumber: yt garuda aktif