UM Malang Perkuat Pembelajaran Transformatif, 50 Dosen Dilatih agar Mahasiswa Lebih Kritis

Rabu 12-08-2026,10:05 WIB
Reporter : Abdul Halim
Editor : Mohammad Khakim

BLIMBING, DISWAYMALANG.ID – Universitas Negeri Malang (UM) memperkuat kapasitas dosen dalam menerapkan pembelajaran transformatif di perguruan tinggi. Sebanyak 50 dosen dari sejumlah kampus di Malang Raya mengikuti pelatihan yang dirancang untuk mendorong perubahan cara belajar mahasiswa, bukan sekadar meningkatkan penguasaan materi.

Pelatihan tersebut digelar di Atria Hotel Malang, Jumat-Minggu (7-9/8/2026), bekerja sama dengan Direktorat Strategi dan Sistem Pembelajaran Transformatif (SSPT), Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).

Dari 50 peserta, sebanyak 25 dosen berasal dari UM yang mewakili setiap fakultas. Sementara 25 peserta lainnya berasal dari sejumlah perguruan tinggi di Malang Raya.

Penguatan pembelajaran transformatif menjadi bagian dari agenda nasional Kemdiktisaintek untuk mendorong perguruan tinggi menghadirkan proses pembelajaran yang tidak berhenti pada penyampaian pengetahuan. Dalam pendekatan ini, mahasiswa didorong untuk berpikir kritis, melakukan refleksi, mengambil tindakan, serta menghubungkan pengetahuan dengan persoalan kehidupan nyata.

92 jam pelajaran, dosen tidak hanya belajar teori

Pelatihan yang diikuti para dosen tersebut memiliki beban 92 jam pelajaran (JP). Program dibagi dalam tiga tahapan agar peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pembelajaran.

Tahap pertama berupa pembelajaran mandiri secara daring selama 25 JP. Peserta mendapatkan penguatan konseptual mengenai arah dan prinsip pembelajaran transformatif.

Selanjutnya, peserta menjalani pembelajaran tatap muka selama 55 JP. Tahapan ini diisi dengan pendalaman materi, simulasi peer-teaching, serta penyusunan draf Rencana Pembelajaran Semester (RPS).

Tahap terakhir berlangsung secara daring selama 12 JP melalui praktik baik dan refleksi.

Materi yang diberikan mencakup kebijakan dan arah strategis pembelajaran transformatif, konsep dasar, desain pembelajaran, fasilitasi, asesmen, hingga praktik baik dan refleksi.

Peserta juga dituntut menghasilkan sejumlah luaran, antara lain portofolio asesmen yang mengintegrasikan RPS dan instrumen asesmen, laporan praktik baik yang dilengkapi dokumentasi artefak tugas mahasiswa, serta Rencana Tindak Lanjut (RTL).


Dosen UM Mengikuti pelatihanpembelajaran transformatif --

Empat tahap ubah cara belajar mahasiswa

Pembelajaran transformatif dalam pelatihan tersebut menggunakan empat tahapan utama, yakni trigger, reflection, action, dan integration.

Tahap trigger diarahkan untuk memunculkan pengalaman atau persoalan yang mendorong mahasiswa mempertanyakan pemahaman awal mereka. Setelah itu, mahasiswa masuk pada tahap refleksi untuk melihat kembali pengetahuan, pengalaman, maupun sudut pandang yang dimiliki.

Tahap berikutnya adalah action, ketika mahasiswa didorong mengambil tindakan berdasarkan hasil pemikiran dan refleksinya. Proses tersebut kemudian diintegrasikan melalui tahap integration sehingga pengetahuan baru tidak berhenti sebagai pemahaman teoritis, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan.

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran LPPP UM Nuril Munfaridah mengatakan pelatihan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat pembelajaran di kelas.

“Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal para dosen di Malang Raya untuk kembali memperkuat pembelajaran di kelas yang bermuara pada perubahan cara pandang mahasiswa terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat,” ujar Nuril.

Kategori :