Pendekatan tersebut sejalan dengan tujuan pembelajaran transformatif yang dikembangkan Kemdiktisaintek. Buku panduan resmi kementerian menyebut pendekatan ini diarahkan untuk mendorong perubahan pola pikir, sikap, dan perilaku melalui proses belajar yang reflektif, kritis, dan berdampak.
Selaras dengan Life Based Learning UM
Bagi UM, pembelajaran transformatif memiliki keterkaitan erat dengan pendekatan Kurikulum Berbasis Kehidupan atau Life Based Learning yang selama ini dikembangkan sebagai salah satu karakter pembelajaran di kampus tersebut.
Melalui pendekatan itu, persoalan nyata yang terjadi di masyarakat dapat menjadi konteks pembelajaran. Mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep di ruang kelas, tetapi juga menggunakannya untuk memahami dan merespons persoalan yang mereka temui dalam kehidupan.
Dengan demikian, keberhasilan pembelajaran tidak hanya diukur dari kemampuan mahasiswa mengingat materi atau menyelesaikan ujian. Perubahan cara berpikir, kemampuan merefleksikan persoalan, mengambil keputusan, dan menerapkan pengetahuan menjadi bagian penting dari proses pembelajaran.
UM dipercaya menjadi bagian dari jejaring nasional
Pelatihan di Malang Raya juga memperkuat posisi UM dalam jejaring implementasi pembelajaran transformatif secara nasional.
UM bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan Universitas Negeri Makassar (UNM) dipercaya Kemdiktisaintek untuk menyelenggarakan pelatihan pembelajaran transformatif.
Program tersebut merupakan bagian dari penguatan ekosistem pembelajaran transformatif di perguruan tinggi. Sebelumnya, Kemdiktisaintek juga menyelenggarakan Training of Trainers (ToT) nasional untuk menyiapkan dosen dan perguruan tinggi dalam menerapkan pendekatan tersebut. Sejumlah perguruan tinggi kemudian melakukan pengimbasan kepada dosen di lingkungan masing-masing.
Wakil Rektor I UM Prof Ibrahim Bafadal membuka kegiatan tersebut. Hadir pula Ketua LPPP UM Prof Hardika, Sekretaris LPPP UM Prof Lia Yuliati, serta tim Kemdiktisaintek yang dipimpin Direktur SSPT Prof Ardi Findyartini.
Targetkan perubahan tidak berhenti di ruang pelatihan
UM menargetkan pelatihan tersebut tidak berhenti pada peningkatan kompetensi 50 dosen peserta.
Para peserta diarahkan untuk menerapkan pembelajaran transformatif di perguruan tinggi masing-masing sekaligus membagikan praktik baik melalui komunitas pembelajaran.
Dengan pola tersebut, dampak pelatihan diharapkan meluas. Perubahan bukan hanya terjadi pada cara dosen merancang dan memfasilitasi pembelajaran, tetapi juga pada pengalaman mahasiswa ketika menghadapi persoalan nyata.
Pada akhirnya, pembelajaran transformatif diharapkan melahirkan mahasiswa yang tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga mampu mempertanyakan persoalan, merefleksikan pengalaman, mengambil tindakan, dan mengintegrasikan pengetahuan dengan kehidupan sehari-hari.