Kondisi berbeda perlu diperhatikan masyarakat yang beraktivitas di laut selatan Malang.
BMKG Maritim mencatat prakiraan Perairan Malang berlaku mulai 12 hingga 15 Agustus 2026.
Pada Rabu, 12 Agustus pukul 00.00 WIB, kondisi perairan diprakirakan berawan.
Suhu laut berada pada kisaran 24 derajat Celsius. Kelembapan mencapai 82 persen.
Angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan 11 knot. Hembusan angin dapat mencapai 18 knot.
Ketinggian gelombang diprakirakan mencapai 3 meter. BMKG memasukkannya dalam kategori tinggi.
Pada pukul 01.00 WIB, gelombang diprakirakan sekitar 2,9 meter. Hembusan angin dapat mencapai 19 knot.
Pada pukul 02.00 WIB, gelombang masih sekitar 2,9 meter. Hembusan angin dapat mencapai 21 knot.
BMKG memberikan peringatan agar masyarakat berhati-hati dan mengikuti arahan otoritas setempat terkait kondisi gelombang tinggi tersebut.
Puncak Musim Kemarau Terjadi pada Periode Ini
Kondisi dingin di sejumlah wilayah Malang Raya juga tidak terlepas dari karakter musim kemarau.
BMKG sebelumnya memprakirakan puncak musim kemarau 2026 berlangsung pada Juli-September.
Wilayah Malang Raya memang memiliki waktu masuk dan berakhirnya musim kemarau yang berbeda berdasarkan zona musim.
Dalam pemutakhiran prediksi musim kemarau 2026, BMKG mencatat seluruh Kota Malang berada dalam zona musim yang memasuki kemarau sekitar Mei dan diprakirakan berakhir sekitar Oktober.
Sementara seluruh Kota Batu dan sebagian Kabupaten Malang juga memiliki pola musim kemarau tersendiri.
Karakter tersebut turut menjelaskan mengapa suhu pagi di wilayah dataran tinggi dapat terasa lebih dingin dibandingkan kawasan lain.
Warga Diminta Menyesuaikan Aktivitas
Dengan kondisi tersebut, masyarakat Malang Raya sebaiknya memperhatikan prakiraan cuaca sebelum beraktivitas.