Grand Design Smart Integrated Farming Giripurno Rampung, Batu Siapkan Pertanian Berbasis IoT
Ilustrasi warga sedang merawat pertanian bunga di Kota Batu -Sholeh/Diswaymalang -
BATU, DISWAYMALANG.ID-Fondasi pengembangan pertanian modern di Kota Batu semakin matang. Grand Design Smart Integrated Farming (SIF) Giripurno telah resmi rampung dan diserahkan sebagai acuan utama pembangunan pertanian terintegrasi berbasis teknologi, inovasi, dan kebutuhan pasar.
Dokumen perencanaan jangka panjang tersebut disusun oleh Universitas Brawijaya (UB) dan laporan akhirnya dipaparkan dalam Focus Group Discussion (FGD) di Rupatama, Balai Kota Among Tani beberapa waktu lalu.
Wali Kota Batu, Nurochman, menegaskan, selesainya grand design menjadi titik penting untuk beralih dari konsep ke eksekusi di lapangan. Seluruh Perangkat Daerah akan diintegrasikan perannya agar program ini tidak berjalan sendiri-sendiri.
BACA JUGA:Rangkaian HUT ke-25 Kota Batu Digelar 3 Bulan, Dari Orchid Week hingga Grand Final Kangmas Nimas
"Grand design ini sudah selesai, ini menjadi dasar kita. SIF ini kita arahkan menjadi investasi jangka panjang untuk menjaga keberlanjutan pertanian Kota Batu," ujar Wali Kota Nurochman, Minggu (27/9/2026).
Menurutnya, setelah dokumen induk ini diterima, Pemkot Batu akan melakukan breakdown secara rinci menjadi tugas dan fungsi masing-masing OPD. Akan ada penyesuaian-penyesuaian kecil di tataran teknis, namun tidak akan mengubah konsep utama yang sudah dirancang oleh tim UB.
"Setelah grand design selesai, kita breakdown menjadi tugas masing-masing perangkat daerah agar pelaksanaannya terintegrasi. Sejumlah penyesuaian minor akan kita tindaklanjuti," jelasnya.
Berbeda dengan pertanian konvensional, SIF Giripurno dirancang sebagai ekosistem yang saling terhubung dari hulu ke hilir. Tidak hanya soal tanam dan panen. Menurut Nurochman, di dalam grand design tersebut, sektor hortikultura akan diintegrasikan dengan peternakan, perikanan, dan agroprocessing.
"Seluruhnya diperkuat dengan penerapan teknologi Internet of Things (IoT) untuk monitoring lahan, efisiensi air, hingga kontrol kualitas," jelasnya.
Tak hanya itu, sistem ini juga mencakup pengelolaan limbah ternak dan pertanian menjadi energi atau pupuk organik, penyiapan utilitas kawasan, hingga strategi pengembangan pasar.
BACA JUGA:Cuaca Kota Batu 27 September 2026: Cerah, Suhu 15-28 Derajat, Ada Potensi Gerimis Sore
Artinya, urai Nurochman apa yang diproduksi petani diarahkan langsung berdasarkan kebutuhan pasar, sehingga memiliki nilai tambah dan harga yang lebih stabil.
"Pemkot Batu menyiapkan roadmap bertahap untuk implementasi SIF Giripurno," imbuhnya.
Sumber:


