MALANG, DISWAYMALANG.ID – Arema juara ISL 2009/2010 menjadi salah satu catatan paling penting dalam sejarah klub asal Malang tersebut. Keberhasilan itu tidak hanya mengangkat nama Singo Edan di kompetisi domestik, tetapi juga mengantarkan sejumlah pemainnya masuk radar hingga memperkuat Timnas Indonesia.
Musim 2009/2010 menjadi periode istimewa bagi Arema. Di bawah arahan pelatih Robert Alberts, Arema tampil konsisten sepanjang kompetisi dan akhirnya mengunci gelar setelah bermain imbang 1-1 melawan PSPS Pekanbaru. Arema kemudian menutup musim dengan kemenangan telak 5-1 atas Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Prestasi tersebut berlanjut ke level individu. Tidak lama setelah Arema memastikan gelar, Badan Tim Nasional memanggil tujuh pemain Singo Edan untuk mengikuti seleksi Timnas Indonesia. Mereka adalah M Fachruddin, Irfan Raditya, Kurnia Meiga, Purwaka Yudhi, Zulkifli Syukur, Benny Wahyudi, dan Ahmad Bustomi.
Gelar ISL Jadi Titik Balik Generasi Emas Arema
Arema tampil sangat konsisten pada musim 2009/2010. Dalam catatan ANTARA, Singo Edan mengakhiri kompetisi dengan 73 poin hasil 23 kemenangan, empat kali imbang, dan tujuh kekalahan. Gelar tersebut sekaligus mengantarkan Arema menjadi wakil Indonesia di Liga Champions Asia musim berikutnya.
Komposisi tim ketika itu memang cukup kuat. Selain pemain lokal seperti Kurnia Meiga, Bustomi, Zulkifli Syukur dan Benny Wahyudi, Arema juga diperkuat sejumlah pemain asing seperti Pierre Njanka, Roman Chmelo, Muhammad Ridhuan, Esteban Guillen, serta Noh Alam Shah.
Perpaduan tersebut membuat Arema menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola Indonesia pada periode tersebut.
Kurnia Meiga Masuk Skuad Piala AFF
Salah satu pemain muda Arema yang kemudian menembus Timnas adalah Kurnia Meiga.
Kiper kelahiran 7 Mei 1990 tersebut tercatat dalam daftar resmi skuad Indonesia untuk Piala AFF Suzuki Cup 2010. Meiga menjadi salah satu dari tiga penjaga gawang yang didaftarkan bersama Markus Horison dan Ferry Rotinsulu.
Kehadiran Meiga di skuad AFF 2010 menjadi awal dari perjalanan panjangnya bersama Timnas Indonesia. Ia kemudian berkembang menjadi salah satu penjaga gawang penting Indonesia pada dekade berikutnya.
Bustomi Jadi Pengatur Permainan
Di lini tengah, Ahmad Bustomi juga masuk daftar resmi skuad Indonesia untuk Piala AFF 2010.
Pemain yang menjadi bagian penting dari keberhasilan Arema tersebut dikenal sebagai gelandang yang memiliki kemampuan mengatur tempo permainan.
Bustomi tidak sendirian. Dua pemain Arema lainnya, Zulkifli Syukur dan Benny Wahyudi, juga masuk daftar pemain Indonesia di turnamen tersebut. Zulkifli tercatat sebagai pemain belakang, sedangkan Benny juga mengisi sektor pertahanan.
Ketiganya menunjukkan bagaimana keberhasilan Arema di kompetisi domestik ikut membuka jalan bagi pemain-pemainnya menuju panggung internasional.
Cristian Gonzales Bawa Ketajaman Arema ke Garuda
Nama lain yang tidak bisa dilepaskan dari cerita Arema dan Timnas pada periode tersebut adalah Cristian Gonzales.
Penyerang naturalisasi kelahiran Uruguay itu memperkuat Arema dan menjadi bagian dari skuad Indonesia pada Piala AFF 2010. Dalam daftar resmi turnamen, Gonzales tercatat sebagai salah satu penyerang Indonesia bersama Johan Juansyah, Irfan Bachdim, Bambang Pamungkas dan Yongky Aribowo.
Gonzales kemudian mencetak sejumlah gol penting dalam perjalanan Indonesia menuju final. Kehadirannya menjadi salah satu faktor penting kekuatan lini depan skuad Alfred Riedl pada turnamen tersebut.