Yama-no-Hi 11 Agustus, Hari Gunung Jepang yang Berbeda dengan Hari Gunung Internasional

Selasa 11-08-2026,06:45 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

Tema tersebut berkaitan dengan International Year of Rangelands and Pastoralists 2026. FAO menyoroti peran masyarakat penggembala pegunungan dalam menjaga padang rumput, tanah, siklus air, habitat satwa, sekaligus menopang ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat pedesaan.

FAO juga mengingatkan bahwa gunung merupakan "menara air dunia". Sekitar 70 persen air tawar di Bumi berada dalam bentuk salju atau es, sementara aliran dari gletser dan kawasan pegunungan menjadi sumber penting bagi kebutuhan manusia, pertanian, keanekaragaman hayati, industri, dan energi.

Dua Peringatan, Pesan yang Sama

Meski berbeda tanggal dan cakupan, Yama-no-Hi dan Hari Gunung Internasional memiliki pesan yang beririsan, yakni mengajak manusia menghargai keberadaan gunung dan menjaga ekosistemnya.

Bagi Jepang, 11 Agustus menjadi momentum nasional untuk mendekatkan masyarakat dengan gunung dan menghargai manfaat alam. Sementara pada 11 Desember, masyarakat dunia diajak melihat persoalan pegunungan dari perspektif yang lebih luas, termasuk perubahan iklim, ketahanan pangan, air, biodiversitas, dan keberlanjutan mata pencaharian.

Dengan demikian, Yama-no-Hi 11 Agustus 2026 bukanlah Hari Gunung Internasional, melainkan Hari Gunung Jepang. Namun keduanya sama-sama mengingatkan bahwa gunung bukan hanya lanskap indah untuk dinikmati, melainkan bagian penting dari kehidupan yang perlu dijaga untuk generasi mendatang.

Kategori :