Donny Lattuperisa dan Iwan Darmawan, Dua Kiper dalam Skuad Pertama Arema 1987

Selasa 11-08-2026,07:07 WIB
Reporter : Panca Rachmad Pamungkas
Editor : Mohammad Khakim

MALANG, DISWAYMALANG.ID – Membicarakan sejarah awal Arema tidak hanya soal Acub Zainal, para pencetak gol, maupun pemain yang kemudian menjadi legenda. Di balik perjalanan pertama Singo Edan di kompetisi Galatama, terdapat pula nama-nama penjaga gawang yang menjadi bagian dari skuad perdana klub.

Dua nama yang tercatat dalam susunan pemain Arema pada kompetisi Galatama VIII musim 1987/1988 adalah Donny Lattuperisa dan Iwan Darmawan. Keduanya berada di bawah mistar ketika Arema memulai perjalanan sebagai klub baru di kompetisi sepak bola profesional Indonesia.

Arema sendiri secara resmi menetapkan 11 Agustus 1987 sebagai tanggal berdirinya klub. Sejarah klub mencatat Acub Zainal sebagai salah satu tokoh penting dalam proses pendirian dan pengembangan Arema, yang kemudian tampil di kompetisi Galatama.

BACA JUGA:Jelang HUT Arema FC ke-39, Konvoi Aremania Mulai Ramai, Polisi Siagakan 250 Personel

Donny Lattuperisa Masuk Skuad Perdana

Dalam catatan perjalanan Arema di Galatama VIII, Donny Lattuperisa tercantum sebagai salah satu dari dua penjaga gawang dalam skuad musim 1987/1988.

Saat itu, Arema ditangani pelatih legendaris Sebastian Sinyo Aliandoe, dengan Slamet Pramono sebagai asisten pelatih. Struktur tim tersebut menjadi fondasi awal Arema ketika harus bersaing dengan klub-klub yang lebih dulu memiliki pengalaman di Galatama.

Selain Donny, nama Iwan Darmawan juga tercatat sebagai kiper dalam skuad pertama tersebut.

Catatan ini penting karena sejumlah tulisan mengenai sejarah Arema kerap menyebut nama-nama penjaga gawang dari generasi berbeda secara berdekatan. Padahal, Yanuar Hermansyah misalnya, merupakan bagian dari generasi setelah periode awal berdirinya klub.

BACA JUGA:Dari Aji Santoso hingga Arkhan Fikri, Jejak Panjang Arema FC Menyuplai Pemain ke Timnas Indonesia

Yanuar Hermansyah Hadir pada Generasi Berikutnya

Nama Yanuar Hermansyah memang tidak bisa dipisahkan dari sejarah kiper Arema, tetapi bukan sebagai penjaga gawang skuad perdana 1987/1988.

Yanuar tercatat menjadi bagian dari skuad Arema pada era berikutnya. Dalam skuad yang menjuarai Galatama 1992/1993, misalnya, Yanuar Hermansyah tercatat sebagai salah satu dari tiga penjaga gawang bersama Nanang Hidayat dan Muhammad Andi Sukrian.

Yanuar kemudian semakin dikenal publik Malang dengan julukan Begal. Ia menjadi bagian dari generasi yang ikut memperkuat karakter Arema pada era 1990-an.

Setelah pensiun sebagai pemain, kiprahnya juga berlanjut di dunia kepelatihan. Yanuar tercatat pernah menjadi pelatih kiper Arema dan terlibat dalam tim kepelatihan klub pada era modern.

BACA JUGA:Sinyo Aliandoe, Pelatih Pertama Arema FC yang Meletakkan Fondasi Karakter Singo Edan

Awal Arema di Galatama Tidak Langsung Mulus

Sebagai klub baru, perjalanan Arema pada musim pertamanya bukanlah kisah yang langsung dipenuhi kemenangan.

Pada Galatama VIII 1987/1988, Arema memainkan 26 pertandingan dengan catatan 10 kemenangan, 10 hasil imbang, dan enam kekalahan. Arema mencetak 33 gol dan kebobolan 20 gol, sehingga mengakhiri kompetisi di peringkat keenam dari 14 klub.

Kategori :