Api Bromo Belum Padam, Luas Kebakaran Capai 196 Hektare, 3 Helikopter Dikerahkan

Minggu 09-08-2026,11:57 WIB
Reporter : Mohammad Khakim
Editor : Mohammad Khakim

MALANG, DISWAYMALANG.IDKebakaran Bromo belum sepenuhnya berhasil dipadamkan hingga Minggu (9/8/2026). Luas kawasan yang terdampak kebakaran diperkirakan telah mencapai 196 hektare, sementara api masih bergerak di sejumlah titik akibat kondisi angin yang kencang dan berubah-ubah.

Pergerakan api menjadi tantangan utama bagi tim gabungan yang melakukan pemadaman di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Sejak Sabtu malam (8/8), kobaran api dilaporkan merembet dari sisi utara Bukit B29 menuju B30 serta ke bagian bawah Kaldera Lautan Pasir.

Ketua Tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Jawa Timur Muhammad Amrul mengatakan kondisi angin menjadi salah satu kendala utama dalam pengendalian api.

Menurut dia, titik api di Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) telah berhasil dipadamkan. Namun, api kemudian bergerak ke arah lain sehingga tim gabungan harus menyesuaikan strategi pemadaman dengan perkembangan di lapangan.

Kebakaran Bromo Capai 196 Hektare

Hingga Minggu, total area yang terdampak kebakaran Bromo diperkirakan mencapai sekitar 196 hektare.

Tim gabungan masih berupaya menangani sejumlah titik api yang berada di medan sulit. Kondisi geografis kawasan pegunungan, ditambah angin yang berubah arah, membuat pergerakan api sulit diprediksi.

Petugas juga menghadapi pola kemunculan api yang berbeda antara siang dan malam. Pada siang hingga sore hari, beberapa kobaran tidak terlihat secara jelas. Namun ketika malam tiba, sejumlah titik api kembali terlihat membesar.

Kondisi tersebut turut menyulitkan penentuan sasaran operasi pemadaman dari udara. Pada Sabtu, operasi water bombing dari helikopter disebut hanya dapat dilakukan dua kali karena kondisi di lapangan.

Tiga Helikopter Dikerahkan

Memasuki Minggu, operasi pemadaman dari udara kembali diperkuat. Sebanyak tiga helikopter milik BNPB dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dikerahkan untuk melakukan water bombing di sejumlah titik kebakaran.

Operasi tersebut difokuskan untuk membantu menangani titik api yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat.

Selain dukungan udara, pemadaman juga dilakukan secara langsung oleh tim gabungan di lapangan. Personel berasal dari BNPB, BPBD Jawa Timur, BPBD Kabupaten Probolinggo, Malang, Lumajang dan Pasuruan, Balai Besar TNBTS, Polisi Kehutanan, TNI, hingga unsur pemadam kebakaran.

Dukungan juga datang dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya, Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan.

Sejumlah peralatan pemadaman turut digunakan, antara lain truk pemadam kebakaran, truk tangki penyuplai air dan kendaraan pengangkut tandon air.

Api Bergerak ke B30 dan Kaldera

Salah satu perkembangan terbaru yang menjadi perhatian tim adalah pergerakan api dari sisi utara B29 menuju B30.

Api juga dilaporkan bergerak ke bagian bawah Kaldera Lautan Pasir. Kondisi ini membuat pengendalian kebakaran membutuhkan pemantauan secara terus-menerus, terutama karena arah angin dapat berubah sewaktu-waktu.

Petugas harus memastikan api tidak semakin meluas ke kawasan lain di dalam kawasan konservasi TNBTS.

Seluruh Wisata Bromo Ditutup

Kategori :