FEB UB Gandeng iLitterless Kelola Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular, Dukung Green Campus

Rabu 15-07-2026,12:00 WIB
Reporter : Panca Rachmad Pamungkas
Editor : Mohammad Khakim

MALANG, DISWAYMALANG.IDPengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular terus diperkuat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) sebagai bagian dari komitmen mendukung mitigasi perubahan iklim dan efisiensi energi. Berkolaborasi dengan Yayasan Insan Lestari Indonesia (iLitterless Indonesia), FEB UB menggelar workshop pengelolaan sampah anorganik di Ruang Sidang Utama Gedung Dekanat Lama FEB UB.

Kegiatan tersebut dibuka Kepala Bagian Tata Usaha FEB UB Fajar Andy Kurniawan SE MM didampingi Kasubbag Umum dan Aset Anjik Fahrur Huda SST. Workshop ini melibatkan tenaga kependidikan, petugas taman, cleaning service, hingga perwakilan mahasiswa sebagai garda terdepan pengelolaan sampah di lingkungan kampus.

Soroti Darurat Sampah di Kota Malang

Dalam pemaparannya, perwakilan iLitterless Indonesia Mayedha Andifisrta SSos MSos mengungkapkan Kota Malang saat ini menghasilkan sekitar 730 ton sampah setiap hari. Kondisi tersebut menyebabkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Supit Urang mengalami kelebihan kapasitas.

Menurutnya, persoalan semakin serius ketika sampah organik dan anorganik bercampur tanpa proses pemilahan sejak dari sumber.

"Penumpukan sampah organik dan anorganik yang bercampur tanpa pemilahan berpotensi besar menghasilkan gas metana. Ini merupakan salah satu gas rumah kaca yang tidak hanya merusak lapisan ozon, tetapi juga sangat mudah terbakar, terutama saat memasuki musim kemarau," jelas Mayedha.

Terapkan Sistem Pengelolaan dari Hulu

Sebagai solusi, FEB UB mulai menerapkan sistem pemilahan sampah sejak dari sumber. Melalui pendekatan tersebut, sampah anorganik yang dihasilkan kawasan kampus akan langsung disalurkan ke industri daur ulang sehingga tidak seluruhnya berakhir di tempat pembuangan akhir.

Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi timbulan sampah sekaligus menghemat penggunaan energi dalam proses produksi bahan baku baru.

Program ini juga menjadi bagian dari implementasi lima pilar UB Green Campus yang mencakup pengelolaan sampah, air, energi, infrastruktur, dan transportasi, sekaligus mendukung target nasional pengurangan sampah sebesar 30 persen.

Gerakan Tiga Langkah untuk Sivitas Akademika

Melalui workshop tersebut, seluruh sivitas akademika FEB UB diajak menerapkan tiga langkah sederhana dalam pengelolaan sampah.

Pertama, memilah sampah dengan memisahkan sampah anorganik dan organik sejak awal.

Kedua, membersihkan kemasan atau wadah dari sisa makanan maupun cairan agar tetap kering sebelum dibuang.

Ketiga, menyetorkan sampah anorganik yang telah dipilah ke fasilitas Drop Box yang telah disediakan di berbagai titik kawasan kampus.

Wujud Nyata Kampus Berkelanjutan

FEB UB berharap budaya pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dapat menjadi kebiasaan seluruh sivitas akademika dan menciptakan lingkungan kampus yang lebih bersih serta berkelanjutan.

Melalui kolaborasi bersama iLitterless Indonesia, fakultas optimistis langkah sederhana seperti memilah sampah dari sumber mampu memberikan dampak besar dalam mengurangi emisi gas rumah kaca, meningkatkan efisiensi energi, sekaligus memperkuat komitmen Universitas Brawijaya sebagai Green Campus yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

Kategori :