Setelah ditinggal wafat suaminya, Dewi Anjarwati memilih tinggal dan menanti di sebuah air terjun yang kini menjadi tempat persembunyiannya dulu. Ia duduk merenung di atas batu besar di bawah guyuran air, berharap suaminya kembali.
Hingga akhir hayatnya, ia tak pernah meninggalkan tempat itu. Warga kemudian menamai air terjun tersebut sebagai Coban Rondo untuk mengenang kesetiaan sang putri yang menjadi janda karena cinta.
BACA JUGA:Makin Manjakan Wisatawan, Pantai Tanjung Penyu Malang Lengkapi Fasilitas!
Sejak saat itulah, Coban tempat tinggal Anjarwati menanti suaminya dikenal dengan Coban Rondo. Konon batu besar di bawah air terjun merupakan tempat duduk sang putri. Batu besar itu hingga kini masih ada dan menjadi salah satu spot foto favorit pengunjung. Banyak wisatawan yang percaya duduk di batu tersebut bisa membawa berkah, terutama bagi pasangan yang ingin hubungannya langgeng.
"Legenda inilah yang hingga kini dipercaya oleh warga Pujon sebagai cerita dibalik keindahan air terjun Coban Rondo," urai Alfian.
Kini, Coban Rondo merupakan wisata legendaris yang ada di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Lokasinya yang hanya sekitar 30 menit dari Kota Batu membuatnya menjadi destinasi wajib bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan wisata Batu.
Udara sejuk, rimbunnya hutan pinus, dan gemuruh air terjun berpadu dengan nilai sejarah membuat Coban Rondo memiliki daya tarik lebih dibanding wisata air terjun biasa.
Selain menikmati keindahan alam, pengunjung juga bisa menikmati berbagai fasilitas. Seperti area berkemah, penginapan dan juga beberapa warung Kuliner.