Pesona Coban Rondo di Pujon, Air Terjun Megah yang Dibalut Legenda Cinta Abadi
Pengunjung sedang menikmati air terjun Coban Rondo di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang -Sholeh-Diswaymalang.id
PUJON, DISWAYMALANG.ID--Di tengah sejuknya udara pegunungan Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, tersembunyi sebuah wisata legendaris yang tak pernah sepi pengunjung. Namanya Coban Rondo. Air terjun setinggi 84 meter ini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan yang melintas dari Kota Batu menuju Malang bagian barat.
Lebih dari sekadar pemandangan alam, Coban Rondo menyimpan kisah asmara, pengorbanan, dan kesetiaan yang sudah diceritakan turun-temurun oleh masyarakat setempat.
M Alfian Aruban Muzakki, pegiat Wisata di Kecamatan Pujon menyampaikan nama Coban Rondo dalam bahasa Jawa berarti air terjun, sementara Rondo berarti janda. Gabungan dua kata itu lahir dari sebuah legenda tragis sepasang pengantin baru.
"Legenda itu sesuai yang tertulis dalam papan pengumuman di jalur menuju air terjun. Kisah bermula dari Dewi Anjarwati, putri dari Gunung Kawi, yang dipersunting oleh Raden Baron Kusuma, pangeran dari Gunung Anjasmoro," katanya, Minggu (12/7/2026).
Pernikahan mereka berlangsung meriah dan penuh kebahagiaan. Usai 36 hari pernikahan atau yang dalam tradisi Jawa disebut “selapan”, Dewi Anjarwati mengajak suaminya untuk berkunjung ke kediaman keluarga Raden Baron di Gunung Anjasmoro.
"Namun niat baik itu ditentang oleh orang tua Dewi. Menurut adat, pasangan pengantin baru tidak diperkenankan bepergian jauh sebelum usia pernikahan mencapai selapan," lanjut pria yang mengelola kafe dan rumah makan di Pujon itu.
BACA JUGA:Menikmati Sensasi Kuliner Pesisir di Pantai Tanjung Penyu Malang: Lezat, Segar, dan Ramah Kantong
Larangan itu diabaikan. Kedua mempelai bersikeras pergiberangkat dengan segala resiko apapun yang terjadi di perjalanan. demikian kisah yang tertulis di sebuah papan penjelasan di Coban Rondo.
Di tengah perjalanan melintasi hutan lebat, musibah datang. Rombongan kecil itu dihadang oleh seorang pria misterius bernama Joko Lelono. Tidak diketahui dari mana asalnya, namun sorot matanya langsung tertuju pada kecantikan Dewi Anjarwati.
Joko Lelono yang terpikat berusaha merebut Dewi dari suaminya. Perkelahian pun tak terhindarkan. Raden Baron yang kala itu hanya ditemani para punokawan, menyadari kekuatannya tak sebanding.
Dalam situasi genting, Raden Baron sempat berpesan kepada pengawalnya agar Dewi Anjarwati disembunyikan di sebuah tempat yang ada cobannya atau air terjun, supaya aman dari kejaran Joko Lelono.
Pertarungan berlangsung sengit. Naas, baik Raden Baron Kusuma maupun Joko Lelono sama-sama gugur di medan laga.
Sumber:

