Lima Tips Menghadapi Cuaca Bediding

Rabu 24-06-2026,08:41 WIB
Reporter : Panca Rachmad Pamungkas
Editor : Mohammad Khakim

MALANG, DISWAYMALANG.ID-Menghadapi fenomena cuaca bediding atau penurunan suhu udara yang cukup drastis pada malam hingga pagi hari pada musim kemarau memerlukan persiapan ekstra. Suhu di Kota Batu bahkan bisa mencapai angka 14°C (atau lebih rendah di area lereng), yang dipicu oleh angin monsun Australia yang kering dan dingin.

BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Malang Raya Sabtu (20/6): Relatif Sejuk, Mbediding di Kota Batu

​Berikut adalah beberapa tips praktis agar Anda tetap nyaman dan sehat selama fenomena bediding berlangsung:

BACA JUGA:Bromo Diselimuti Embun Beku, Suhu Dini Hari Turun hingga di Bawah 5 Derajat Celsius

1. Strategi Pakaian Bertingkat

​Jangan hanya mengandalkan satu jaket tebal. Gunakan sistem lapisan pakaian agar Anda dapat menyesuaikan diri dengan perubahan suhu yang drastis dari siang ke malam:

BACA JUGA:Kunjungan Wisata Kota Batu Mei Ini Diprediksi Meningkat Tajam

  • ​Lapisan Dasar: Gunakan kaos berbahan katun yang menyerap keringat dengan baik untuk siang hari yang terik.
  • ​Lapisan Hangat: Saat sore mulai menjelang, tambahkan sweter, cardigan, atau jaket berbahan fleece.

BACA JUGA:Kunjungan Wisata Kota Batu Tembus hampir 160 Ribu Orang, Sektor Wisata Jadi Magnet Utama

  • ​Lapisan Pelindung (Lapisan Luar): Gunakan jaket penahan angin jika Anda sering bermobilitas menggunakan sepeda motor di malam hari.
  • ​Aksesori Tambahan: Siapkan kaus kaki tebal, selimut ekstra untuk tidur, dan kupluk jika Anda berada di kawasan yang lebih tinggi seperti Pujon, Bumiaji, atau lereng Bromo.

BACA JUGA:Pemprov Jatim Siapkan Aturan Baru terkait Jeep Wisata Bromo, Bakal Ada Standarisasi

2. Jaga Hidrasi dan Kelembapan Tubuh

​Udara musim kemarau cenderung sangat kering, yang diperparah oleh suhu dingin. Ini bisa membuat tubuh mengalami dehidrasi tanpa kita sadari.

  • ​Minum Air Hangat: Tetap penuhi kebutuhan air putih setiap hari. Memilih air hangat atau teh herbal tanpa kafein dapat membantu menjaga suhu inti tubuh tetap stabil.
  • ​Gunakan Pelembap Kulit: Udara dingin dan kering memicu kulit bersisik, gatal, hingga bibir pecah-pecah. Aplikasikan body lotion setelah mandi dan gunakan lip balm secara berkala.

3. Perkuat Imunitas dan Konsumsi Makanan Hangat

​Perubahan suhu yang kontras antara siang yang panas-kering dan malam yang dingin sangat rawan memicu flu, batuk, dan masuk angin.

  • ​Konsumsi Kuliner Hangat: Ini adalah waktu terbaik untuk menikmati rawon, bakso Malang, atau ronde sekoteng yang hangat. Makanan berkuah dan kaya rempah (seperti jahe atau kencur) membantu menghangatkan tubuh dari dalam.
  • ​Suplemen Vitamin: Tambahkan asupan Vitamin C dan zinc untuk menjaga daya tahan tubuh tetap prima.

4. Atur Kondisi Kamar Tidur

​Suhu terdingin biasanya terjadi pada dini hari menjelang subuh (antara jam 02.00 hingga 05.00 WIB).

  • ​Tutup Ventilasi Secukupnya: Pastikan jendela tertutup rapat menjelang malam untuk menghalau angin malam yang menusuk.
  • ​Gunakan Alas Kasur yang Tepat: Jika lantai kamar Anda berupa keramik, gunakan karpet atau alas tambahan di bawah kasur agar dinginnya lantai tidak menembus ke tempat tidur.

5. Tips Tambahan untuk Pengendara Motor dan Wisatawan

  • ​Gunakan Masker dan Sarung Tangan: Angin kemarau sering kali membawa debu halus. Masker melindungi saluran pernapasan Anda dari iritasi udara kering, sementara sarung tangan menjaga jemari tetap fleksibel saat mengerem.
  • ​Gunakan Krim Tabir Surya di Siang Hari: Meskipun udaranya dingin, indeks sinar UV di siang hari pada musim kemarau cenderung sangat tinggi dan dapat membakar kulit.
Tags :
Kategori :

Terkait