Specta Flora Festival 2026 Tegaskan Kota Batu sebagai Centra Bunga
Penampilan peserta Specta Flora Festival 2026-Dok. SFF 2025-
BATU, DISWAYMALANG.ID--Sebagai kota penghasil bunga terbesar di Indonesia, Kota Batu kembali menggelar Specta Flora Festival (SFF) 2026 yang dijadwalkan akan berlangsung di halaman parkir Batu Love Garden (Baloga) pada 2 hingga 5 Juli 2026.
Festival tersebut hadir sebagai panggung perayaan sekaligus wadah kolaborasi antara pengusaha, pelaku ekonomi kreatif (ekraf), dan komunitas.
Ketua Pelaksana SFF Dwi Lili Indayani menegaskan bahwa SFF 2026 merupakan kelanjutan dari sinergi yang telah sukses dibangun pada edisi 2024 dan 2025.
"Visi kami di tahun 2026 adalah mengangkat nama Kota Batu dan pelaku ekonomi kreatif dalam satu harmoni festival, demi pengembangan ekonomi kreatif yang berkelanjutan," ujarnya, Rabu (24/6/2026).
Dwi lili mengatakan, sebagai pre-event dan Perkenalan, berbagai kegiatan dari pelatihan dan lomba Public Speaking hingga piknik Bunga sebenarnya sudah diadakan di berbagai tempat sejak bulan April 2026. Sementara di tanggal 2 - 5 Juli nanti, rencananya masih ada 20 kegiatan yang siap berkolaborasi di SFF.
"Di tanggal 2-5 Juli nanti, seperti expo produk kreatif, workshop MUA dan fotografi, lomba fashion anak, merangkai bunga, hingga menggambar dan menyanyi," ujarnya.
Dwi lili menyampaikan, SFF 2026 merangkul daftar panjang kolaborator lintas-sektor. Mulai Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), Ikatan Arsitektur Lanskap Indonesia (IALI), hingga Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI).
Selain itu, SFF juga bersinergi erat dengan komunitas lokal dan asosiasi lainnya, seperti Komunitas MUA SFF Glam Team, Suplier Bunga Potong Kota Batu (Bungkalas), Sinema Batu Adem (SIMBA), Persatuan Olahraga Wanita Seluruh Indonesia (PERWOSI) Kota Batu, Young Ambassador Agriculture (YAA), serta Duta Petani Milenial Andalan (DPMA).
"Melalui perpaduan pesona florikultura dan kreativitas masyarakat, Specta Flora Festival 2026 diharapkan mampu menjadi daya tarik utama sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif di Kota Batu," jelas Dwi Lili.
Sumber:


