
Wahyuddin berharap, selanjutnya seluruh pihak, mulai dari sekolah hingga orang tua, dapat bekerja sama untuk memberikan dukungan yang lebih baik kepada pelajar yang sedang menghadapi masalah kesehatan mental. “Kami juga ingin butterfly hug dapat menjadi teknik terapi yang lebih dikenal dan diterima luas di kalangan pelajar,” katanya menambahkan. (*)