MALANG, DISWAYMALANG.ID– Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan (FAST) Universitas Brawijaya (UB) membuka program beasiswa Magister Ilmu Ternak untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. Program ini ditujukan bagi 30 mahasiswa eligible yang ingin melanjutkan studi S2 di bidang ilmu ternak.
DIkutip dari unggahan akun @fapet_ub, Senin (18/5/2026), melalui program tersebut, penerima beasiswa akan mendapatkan pembebasan biaya kuliah atau free tuition fee pada semester 1 dan 2. Selain itu, mahasiswa juga memiliki kesempatan mengikuti program join degree internasional bersama sejumlah perguruan tinggi dan institusi luar negeri.
BACA JUGA:PTB UM Perkuat Kolaborasi Internasional, Siapkan Lulusan Teknik Siap Bersaing Global
Kerja sama internasional tersebut meliputi Shinshu University di Jepang, National Pingtung University of Science and Technology di Taiwan, serta Beijing Genomics Institute (BGI) di China.
Adapun persyaratan beasiswa yang harus dipenuhi calon pendaftar antara lain memiliki IPK minimal 3,50, skor TOEFL minimal 450, serta melampirkan surat rekomendasi dari dosen bergelar doktor dengan jabatan akademik paling rendah lektor. Pendaftar juga diwajibkan menyertakan surat kesanggupan pembiayaan pendidikan semester 3 dan 4 serta melengkapi dokumen administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
BACA JUGA:Fakultas Vokasi UB Hadirkan CEO FXMedia Singapura Bahas Masa Depan Industri Kreatif dan AI
Pendaftaran dibuka dalam dua gelombang, yakni Gelombang 3 pada 27 April hingga 23 Mei 2026 dan Gelombang 4 pada 24 Mei hingga 11 Juni 2026.
Ketua Program Studi S2 Magister Ilmu Ternak FAST UB Eko Nugroho SPt MSc PhD menjadi narahubung dalam program ini. Informasi lebih lanjut mengenai persyaratan administrasi dan proses pendaftaran dapat diakses melalui laman admisi.ub.ac.id maupun selma.ub.ac.id.
Melalui program beasiswa ini, FAST UB berharap dapat membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan magister sekaligus memperluas pengalaman akademik di tingkat internasional.
BACA JUGA:Yovie Widianto di UB: AI Tak Bisa Gantikan Rasa dan Kreativitas Seniman