FAST UB Buka Peluang Kolaborasi Industri melalui Pengembangan Sapi Induk BX
FAST UB bersama PT Juang Jaya Abadi Alam menghadirkan kuliah tamu bertema “Industri Feedlot: Peluang dan Tantangan Saat Ini dan Masa Akan Datang”--fapet.ub.ac.id
MALANG, DISWAYMALANG.ID–Pengembangan peternakan modern tidak lagi hanya bergantung pada pembelajaran di ruang kelas. Kolaborasi antara kampus dan industri kini menjadi langkah penting untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih aplikatif sekaligus menjawab kebutuhan dunia peternakan yang terus berkembang.
Hal inilah yang tengah diperkuat oleh Fakultas Animal Science & Technology Universitas Brawijaya (FAST UB) melalui penjajakan kerja sama bersama PT Juang Jaya Abadi Alam dalam program pemeliharaan sapi induk BX.
Dikutip dari laman resmi FAST UB, Selasa (12/5/2026), penjajakan tersebut ditandai dengan kunjungan Manager Breeding Partnership dan Kesejahteraan Hewan PT Juang Jaya Abadi Alam drh Neny Santy Jelita Lumbantoruan ke Laboratorium Lapang Sumber Sekar pada Rabu (7/5/2026). Dalam kunjungan itu, dilakukan peninjauan fasilitas kandang serta sistem pemeliharaan yang dimiliki FAST UB sebagai calon lokasi pengembangan program breeding sapi induk BX.
BACA JUGA:Brawijaya Fine Art Competition 2026, Ruang Kreativitas Nasional bagi Generasi Muda Seni Rupa
Peninjauan dilakukan untuk melihat kesiapan berbagai sarana pendukung, mulai dari manajemen kandang, sistem pakan, kesehatan ternak, hingga penerapan prinsip kesejahteraan hewan. Seluruh aspek tersebut menjadi perhatian penting karena pemeliharaan sapi induk memerlukan pengelolaan yang terukur dan berkelanjutan.
drh. Neny menilai Laboratorium Lapang Sumber Sekar memiliki potensi yang baik untuk mendukung pengembangan kerja sama tersebut. Menurutnya, kondisi lingkungan pemeliharaan dan tata kelola yang dimiliki FAST UB sudah menunjukkan kesiapan untuk mendukung sistem breeding sapi potong modern.
Program kerja sama ini nantinya diharapkan tidak hanya berfokus pada aspek produksi ternak, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa. Melalui keterlibatan bersama industri, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktik mengenai manajemen breeding, kesehatan ternak, biosekuriti, hingga pengelolaan kesejahteraan hewan dalam sistem peternakan modern.
BACA JUGA:UNISMA Bersholawat, Hadirkan Majelis Penuh Keberkahan Bersama Habaib dan Ulama
Selain melakukan peninjauan lapang, drh. Neny juga hadir sebagai narasumber kuliah tamu mata kuliah Manajemen Feedlot yang berlangsung di Auditorium Pascasarjana FAST UB. Materi yang dibawakan bertema “Industri Feedlot: Peluang dan Tantangan Saat Ini dan Masa Akan Datang.”
Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa industri feedlot kini menghadapi berbagai tantangan, seperti ketersediaan bakalan sapi, efisiensi biaya pakan, manajemen kesehatan ternak, serta meningkatnya tuntutan pasar terhadap kualitas produk dan animal welfare.
Ia juga menekankan bahwa industri peternakan saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teknis pemeliharaan ternak, tetapi juga memiliki kemampuan dalam membaca perkembangan pasar, manajemen risiko, hingga pemanfaatan teknologi di sektor peternakan.
BACA JUGA:Fakultas Kedokteran Hewan UB Perkuat Kajian Imunologi dengan Hadirkan Pakar Dunia
Sumber: fapet.ub.ac.id




