1 tahun disway

UB Tanam Pohon Langka, Perkuat Komitmen Kampus Hijau dan Mitigasi Iklim

UB Tanam Pohon Langka, Perkuat Komitmen Kampus Hijau dan Mitigasi Iklim

B Green Campus tanam 12 pohon langka di area kampus--prasetya.ub.ac.id

MALANG, DISWAYMALANG.ID – Universitas Brawijaya kembali menunjukkan komitmennya terhadap isu lingkungan dengan melakukan penanaman pohon langka di kawasan kampus. Kegiatan ini diinisiasi oleh UPT UB Green Campus sebagai bagian dari upaya konservasi sekaligus langkah nyata mitigasi perubahan iklim di lingkungan perguruan tinggi.

Dikutip Disway Malang dari web Resmi UB, Senin (20/4/2026), 12 bibit pohon dari berbagai spesies langka ditanam di sejumlah titik strategis kampus. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pohon baobab (Adansonia), jenis tanaman yang dikenal berasal dari wilayah Afrika dan memiliki karakteristik unik.

Baobab mampu menyimpan air dalam jumlah besar di batangnya, sehingga dapat bertahan di kondisi lingkungan ekstrem dan kekeringan panjang. Selain itu, usia pohon ini bisa mencapai ratusan hingga ribuan tahun, menjadikannya simbol ketahanan dan keberlanjutan ekosistem.

BACA JUGA:Islamabad Siaga I Amankan Perundingan Damai Putaran II AS-Iran, 20 April Hari Ini

Tidak hanya baobab, beberapa spesies lain yang ditanam juga tergolong langka karena keberadaannya di alam semakin terbatas. Kelangkaan ini umumnya disebabkan oleh alih fungsi lahan, eksploitasi berlebihan, serta perubahan iklim yang mengganggu habitat alami tanaman tersebut.

Dengan menghadirkan spesies langka di kawasan kampus, UB berupaya menjaga keberlangsungan plasma nutfah sekaligus memperkaya biodiversitas lokal.

Kepala UPT UB Green Campus Prof Sri Suhartini STP MEnv Mgt PhD menjelaskan bahwa program ini memanfaatkan hibah tanaman yang diterima universitas. Menurutnya, peran kampus tidak hanya sebatas menerima, tetapi juga memastikan tanaman tersebut dapat tumbuh optimal dan memberikan dampak ekologis jangka panjang.

“Penanaman pohon langka ini menjadi simbol komitmen Universitas Brawijaya dalam menjaga lingkungan dan berkontribusi terhadap isu global, khususnya perubahan iklim. Harapannya, kampus dapat menjadi ruang edukasi sekaligus contoh nyata praktik keberlanjutan,” ujarnya.

BACA JUGA:Yuk Download Gratis Contoh Soal UTBK SNBT 2026, Lengkap Pembahasan dan Kunci Jawaban

Dari sisi lingkungan, keberadaan pohon-pohon ini berfungsi sebagai penyerap karbon dioksida (CO₂) yang berkontribusi pada peningkatan kualitas udara. Selain itu, vegetasi yang ditanam juga membantu menjaga keseimbangan air tanah, mengurangi risiko limpasan air saat hujan, serta menciptakan mikroklimat yang lebih sejuk di area kampus.

UB menargetkan kawasan kampus dapat berkembang menjadi laboratorium alam terbuka. Keberadaan tanaman langka ini diharapkan mendukung berbagai penelitian, khususnya di bidang ekologi, kehutanan, dan perubahan iklim. Mahasiswa dan peneliti dapat memanfaatkan langsung keberadaan spesies tersebut sebagai objek studi yang berkelanjutan.

Sri Suhartini juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh sivitas akademika dalam merawat tanaman yang telah ditanam. Tanpa perawatan berkelanjutan, tujuan ekologis dari program ini tidak akan tercapai secara optimal.

BACA JUGA:UB Luncurkan BOUMI, Produk Perawatan Anak Berbasis Bahan Alami

Sumber: prasetya.ub.ac.id