Pemerintah Genjot Program Magang 4 Tahun, Atasi Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Tertinggi

Selasa 12-05-2026,08:36 WIB
Editor : Mohammad Khakim

JAKARTA, DISWAYMALANG.ID–Pemerintah di era Presiden Prabowo Subianto mulai mengubah pendekatan pendidikan vokasi dengan memperkuat program magang, kerja sama industri, hingga pengembangan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berbasis kebutuhan dunia kerja. Pemerintah kini memperkuat program magang, SMK 4 tahun, hingga Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan penyerapan kerja lulusan SMK dan membuka jutaan lapangan pekerjaan baru.

Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang sebelumnya hanya menjadi syarat kelulusan, kini diarahkan menjadi bekal utama siswa untuk masuk ke dunia industri. Sertifikat magang tidak lagi sekadar pelengkap administrasi, tetapi menjadi nilai tambah yang diperhitungkan perusahaan saat proses rekrutmen.

Lulusan SMK Masih Dominasi Angka Pengangguran

Dikutip Disway.id, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025, lulusan SMK menjadi penyumbang angka pengangguran tertinggi di Indonesia dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mencapai 8,63 persen.

BACA JUGA:Expo Hebatnya SMK, Karya-Karya Siswa SMK Se-Jatim Laku Rp3 M

Meski demikian, ada perkembangan positif pada 2026. Data BPS per Februari 2026 menunjukkan angka pengangguran lulusan SMK dan SMA turun menjadi 7,74 persen dibanding November 2025 yang berada di level 8,45 persen.

BPS juga mencatat 147,67 juta penduduk telah bekerja, sementara tingkat penyerapan lulusan usia 18–21 tahun mencapai 91,46 persen melalui jalur kerja, pendidikan lanjutan, maupun wirausaha.

Namun demikian, lulusan SMK dan SMA masih menjadi kelompok penyumbang pengangguran tertinggi dibanding jenjang pendidikan lainnya.

BACA JUGA:3.186 Siswa SMK Jatim Siap Magang ke 11 Negara pada 2026

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah terus memperkuat strategi “link and match” antara sekolah vokasi dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Ditjen Vokasi PKPLK), pemerintah menggandeng perusahaan swasta hingga BUMN untuk membuka peluang magang dan kerja bagi siswa SMK.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan salah satu strategi utama adalah pengembangan program SMK 4 tahun. Program tersebut dirancang agar lulusan memiliki usia dan kompetensi yang lebih siap saat masuk dunia kerja, termasuk peluang bekerja di luar negeri.

“SMK 4 tahun sekarang sudah mulai berjalan termasuk SMK yang bekerja sama dengan P2MI dan program SMK Go Global,” ujar Abdul Mu’ti.

BACA JUGA:Pengangguran Lulusan SMK Tiga Kali Lipat, Indonesia Masuk Titik Krusial

Pemerintah Siapkan 3.000 Lulusan SMK Kerja ke LN

Pemerintah bahkan menargetkan ribuan lulusan SMK siap bekerja di luar negeri. Dalam waktu dekat, sebanyak 3.000 lulusan SMK dijadwalkan diberangkatkan melalui program kerja internasional.

Menurut Abdul Mu’ti, program SMK 4 tahun lahir karena banyak lulusan SMK tiga tahun belum memenuhi syarat usia kerja yang ditetapkan sejumlah industri.

Tags :
Kategori :

Terkait