Veda Ega Pratama Dijuluki Rain Master usai Finis Keempat Moto3 Prancis 2026 di Trek Basah
Feda Ega Pratama tampil luar biasa di Moto3 Prancis 2026. Start posisi 14, rider Indonesia finis keempat dan dijuluki Rain Master.-SC YouTube-SC YouTube
JAKARTA, DISWAYMALANG.ID - Nama pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mencuri perhatian publik internasional usai tampil impresif pada balapan Moto3 Prancis 2026 di Sirkuit Bugatti, Le Mans. Dalam kondisi trek basah dan penuh drama, Veda Ega Pratama sukses finis di posisi keempat setelah melakukan comeback luar biasa dari posisi ke-14.
Penampilan Veda Ega Pratama di Moto3 Prancis 2026 langsung menjadi sorotan karena pembalap muda Honda Team Asia itu mampu bertahan di tengah lintasan licin yang membuat banyak rider berjatuhan. Bahkan, sejumlah pengamat mulai memberi julukan “Rain Master” kepada rider asal Indonesia tersebut berkat kemampuannya mengendalikan motor di trek basah.
Balapan Moto3 Prancis 2026 memang berlangsung ekstrem. Hujan yang turun sejak pagi membuat lintasan Le Mans dipenuhi genangan air. Kondisi aspal berubah-ubah sepanjang balapan sehingga para pembalap harus ekstra hati-hati dalam menentukan racing line dan titik pengereman.
Start Dramatis, Feda Sempat Terlempar ke Posisi 14
Veda memulai balapan dari posisi keenam setelah tampil apik pada sesi kualifikasi. Namun situasi langsung berubah dramatis ketika insiden terjadi di tikungan pertama. Beberapa pembalap bersenggolan dan salah satu rider terjatuh tepat di jalur balap.
Dalam kondisi sepersekian detik, Veda memilih menghindari tabrakan dibanding memaksakan posisi. Keputusan itu memang membuatnya kehilangan banyak posisi hingga tercecer di urutan ke-14.
Meski begitu, mentalitas Veda Ega Pratama justru terlihat matang. Ia tidak panik ataupun memaksakan diri melakukan overtaking berbahaya. Pembalap muda Indonesia itu memilih membaca kondisi lintasan secara perlahan sambil menjaga ritme balapnya.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Saat banyak pembalap kehilangan grip dan terjatuh akibat trek licin, Veda justru tampil semakin stabil. Motor Honda NSF250RW miliknya terlihat minim sliding dan tetap nyaman melibas tikungan-tikungan teknikal Le Mans.
Tampil Tenang di Tengah Wet Race Brutal
Kondisi wet race di Le Mans menjadi ujian berat bagi seluruh rider Moto3. Hujan yang sempat berhenti membuat sebagian lintasan mulai mengering, sementara area lain masih dipenuhi genangan air. Situasi itu membuat grip berubah drastis di setiap lap.
Sebanyak sembilan pembalap gagal finis akibat crash. Namun Veda Ega Pratama mampu menjaga konsistensi dan perlahan naik posisi satu per satu.
Pembalap Indonesia tersebut mulai menunjukkan kualitasnya saat memasuki pertengahan lomba. Ia berhasil menyalip beberapa rival dengan manuver bersih dan minim risiko. Di sektor teknikal yang terkenal sulit saat hujan, Veda tampil sangat presisi ketika melakukan pengereman maupun membuka throttle.
Penampilan itu membuat banyak pengamat Moto3 mulai memperhatikan gaya balapnya. Veda dinilai memiliki insting alami saat mengendarai motor di lintasan basah.
Julukan “Rain Master” pun mulai bermunculan di media sosial karena pembalap muda asal Indonesia tersebut terlihat sangat nyaman menghadapi kondisi ekstrem yang justru menyulitkan rider lain.
Nyaris Podium, Veda Kini Masuk Lima Besar Klasemen
Memasuki lap-lap akhir, Veda Ega Pratama berhasil menembus posisi empat besar dan terus menekan pembalap di depannya. Sayangnya, hingga garis finis ia belum mampu merebut podium dan harus puas finis di urutan keempat.
Sementara itu, balapan Moto3 Prancis 2026 dimenangkan oleh Maximo Quiles yang tampil dominan sepanjang race. Posisi kedua ditempati Adrian Fernandez, sedangkan podium ketiga diraih Matteo Bertelle.
Sumber: youtube




