Pemerintah Genjot Program Magang 4 Tahun, Atasi Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Tertinggi

Selasa 12-05-2026,08:36 WIB
Editor : Mohammad Khakim

Dengan tambahan masa belajar satu tahun, siswa akan mendapatkan kompetensi tambahan sekaligus pengalaman praktik industri yang lebih matang.

Pemerintah juga memberi fleksibilitas skema pendidikan. Ada sekolah yang sejak awal dirancang empat tahun, namun ada pula siswa yang dapat menambah satu tahun setelah lulus program tiga tahun.

BACA JUGA:Jumlah Pengangguran Turun 35.000 Menjadi 7,24 Juta Orang per Februari 2026

Kurikulum SMK Kini Disusun Bersama Dunia Industri

Selain memperpanjang masa pendidikan, pemerintah juga fokus menyelaraskan kurikulum SMK dengan kebutuhan industri. Kurikulum kini didorong disusun bersama perusahaan agar lulusan memiliki keterampilan yang benar-benar dibutuhkan pasar kerja.

Kemendikdasmen juga bekerja sama dengan Wadhwani Skilling Network melalui Program JobReady. Program tersebut menghadirkan 79 jam pembelajaran terstruktur, 75 modul mikro, dan 11 penilaian kompetensi dengan sistem blended learning berbasis digital dan pendampingan langsung di kelas.

Program MBG Dinilai Buka Jutaan Lapangan Kerja Baru

Selain pendidikan vokasi, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga dinilai berpotensi membuka lapangan kerja dalam jumlah besar. Melalui pembangunan ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), program MBG tidak hanya fokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi baru di berbagai sektor.

BACA JUGA:Pengangguran Jadi Isu Utama yang Jadi Sorotan dalam Sebuah Survei Nasional, MBG Juga Disebut-sebut

Lulusan SMA dan SMK yang belum bekerja dapat memulai pengalaman kerja melalui operasional dapur MBG, mulai dari pengolahan bahan pangan, distribusi, hingga manajemen produksi.

Program ini juga menjadi sarana pembelajaran kontekstual bagi siswa vokasi untuk memahami proses produksi, manajemen waktu, hingga pengelolaan usaha.

Kadin Targetkan 30 Ribu Dapur MBG

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) turut terlibat aktif dalam pengembangan dapur MBG. Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyebut saat ini telah dibangun sekitar 20 ribu dapur MBG dengan target mencapai 30 ribu SPPG di seluruh Indonesia.

Menurut Anindya, jika satu dapur membutuhkan sekitar 50 tenaga kerja, maka program ini berpotensi menyerap hingga 1,5 juta pekerja baru.

BACA JUGA:Seluruh SPPG Wajib Tambah Penerima Manfaat 3B dalam 2 Minggu, DPR Pertanyakan Kampus Kelola SPPG

“Program ini menciptakan efek berantai terhadap ekonomi, mulai dari konsumsi, lapangan kerja, hingga penguatan sektor riil,” ujar Anindya.

Sementara itu, Kepala Satgas MBG Gotong Royong Kadin Indonesia, Chandra Tirta Wijaya, menilai dapur MBG bukan sekadar pusat produksi makanan, tetapi juga pusat pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha lokal.

Dengan kombinasi penguatan pendidikan vokasi, program magang, dan perluasan program MBG, pemerintah berharap penyerapan tenaga kerja lulusan SMK dan SMA dapat terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Harapan orang tua terhadap lulusan SMA dan SMK kini mengalami perubahan besar. Jika dulu target utama setelah lulus adalah langsung bekerja, kini dunia pendidikan dan industri menuntut lulusan memiliki keterampilan, pengalaman praktik, serta kesiapan kerja yang lebih matang.

Tags :
Kategori :

Terkait