BATU, DISWAYMALANG.ID--Pemerintah Kota Batu mulai melakukan penguatan sistem pengelolaan persampahan melalui program Local Service Delivery Improvement Project (LSDP).
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Batu Heli Suyanto menegaskan, Pemkot terus berkomitmen melakukan pembenahan tata kelola persampahan secara menyeluruh. Yaitu, mulai pengurangan sampah dari sumber, penguatan fasilitas pengolahan, hingga peningkatan kesadaran masyarakat terhadap budaya pilah sampah.
BACA JUGA:Dorong Kemandirian Pelaku Wisata, DLH Kota Batu Beri Pembinaan Pengelolaan Sampah di Mikutopia
"Kami ingin membangun sistem pengelolaan yang tidak hanya menyelesaikan persoalan hari ini, tetapi juga mampu menjawab tantangan lingkungan di masa depan," katanya, Senin (11/5)
Menurut Mas Heli, panggilannya, Pemkot Batu juga memiliki rencana pengembangan sistem persampahan melalui pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) berkapasitas 50 ton per hari di kawasan Tlekung. Serta, revitalisasi TPS3R komunal, penguatan regulasi pengelolaan sampah dan retribusi.
BACA JUGA:'Sampahku Tanggung Jawabku', TK PGRI 03 Ajarkan Siswa Pilah Sampah sejak Dini
"Kami juga menggencarkan kampanye 'Batu Pilah Sampah', hingga transformasi kelembagaan pengelola persampahan menuju sistem yang lebih profesional dan berkelanjutan," jelasnya.
Sebagai informasi, Heli telah memaparkan pengelolaan persampahan melalui program LSDP dalam kegiatan Assessment dan Forum Pemerintah Daerah Dalam Rangka Pemilihan Lokasi LSDP yang digelar di Balai Kota Malang pada Jumat (8/5/2026).
BACA JUGA:Alhamdulillah! Pendaki Gunung Panderman Kini Lebih Bertanggung Jawab Terhadap Sampah
Melalui forum ini, Pemkot Batu berharap dapat menjadi salah satu daerah terpilih dalam program LSDP sehingga upaya peningkatan kualitas layanan persampahan dan pemulihan lingkungan dapat berjalan lebih optimal. "Pengelolaan sampah akan berhasil bila didukung oleh semua elemen masyarakat. Mari kita ciptakan Kota Batu yang bersih dan nyaman," tegas Heli.