4. Telinga Panjang Suku Dayak di Indonesia
Telinga panjang sebagai standar kecantikan di Suku Dayak, Indonesia--Pinterest
Tradisi memanjangkan daun telinga atau Telingaan Aruu merupakan identitas penting bagi perempuan suku Dayak di Kalimantan. Sejak kecil, lubang telinga mereka diberi pemberat berupa anting logam yang jumlahnya terus ditambah hingga daun telinga memanjang sampai ke bahu.
BACA JUGA:Cara Cerdas Rayakan Hari Bumi 22 April dengan Kurangi Emisi Karbon dari Ponsel
5. Bibir Piring Suku Mursi di Ethiopia
Bibir piring sebagai standar kecantikan di Suku Mursi, Ethiopia--Pinterest
Bagi perempuan Suku Mursi, kecantikan diukur dari seberapa besar piringan yang bisa masuk ke dalam bibir bawah mereka. Proses ini dimulai pada usia remaja dengan menyayat sedikit bagian bibir bawah untuk dimasukkan piringan kayu atau tanah liat kecil.
Secara berkala, piringan tersebut diganti dengan ukuran yang lebih besar hingga bibir merenggang secara ekstrem.
6. Alis Menyambung atau Monobrow di Tajikistan
Alis menyambung atau monobrow sebagai standar kecantikan di Tajikistan--Pinterest
Di Tajikistan, memiliki alis yang tumbuh lebat dan menyatu di tengah dianggap sebagai daya tarik utama bagi perempuan. Alis yang menyambung di atas hidung ini dipercaya sebagai simbol kesucian, keberuntungan, dan tanda bahwa perempuan tersebut memiliki nasib yang baik.
7. Kulit Pucat Ekstrem Era Elizabeth di Inggris
Kulit pucat ekstrem era Elizabeth sebagai standar kecantikan di Inggris--Pinterest
Pada abad ke-16, kulit putih pucat bak porselen adalah standar kecantikan ningrat yang sangat dipuja. Kulit pucat dianggap sebagai tanda bahwa seseorang berasal dari kelas atas yang tidak perlu bekerja kasar di bawah terik matahari.
8. Menghitamkan Gigi atau Ohaguro di Jepang Kuno