FJPI Soroti Ancaman Kekerasan terhadap Jurnalis Perempuan dan Pembatasan Pers Digital

Sabtu 25-04-2026,17:34 WIB
Reporter : Abdul Halim
Editor : Abdul Halim

BACA JUGA:PAG dan KSOP Lhokseumawe Teken Kerja Sama TUKS hingga 2030

Ia juga mengingatkan potensi munculnya cara-cara baru dalam membatasi media yang berbeda dari praktik masa lalu, namun berdampak serupa terhadap kebebasan pers.

Sementara itu, Abdul Somad menyebut ancaman terhadap kebebasan pers kini datang dari dua jalur, yakni sensor oleh negara dan swasensor di internal media.

Menurut dia, tekanan dari pemilik media kerap membuat redaksi menghindari isu sensitif sehingga sebagian hasil liputan tidak dipublikasikan.

“Kondisi kebebasan pers saat ini cukup memprihatinkan. Jika dulu sensor dilakukan negara, sekarang media juga melakukan swasensor,” ujarnya.

Ia menilai penguatan jejaring antarorganisasi seperti FJPI, Aliansi Jurnalis Independen (AJI), dan komunitas media lainnya menjadi langkah penting untuk menjaga independensi pers.

FJPI berharap diskusi tersebut dapat menjadi ruang konsolidasi bagi jurnalis perempuan sekaligus mendorong perlindungan lebih kuat terhadap kebebasan berekspresi dan keselamatan kerja insan pers di Indonesia. (Ab)

Tags :
Kategori :

Terkait